Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Doa Istri Atau Ibu yang Lebih Mustajab? Ini Jawaban yang Masuk Akal

Konten [Tampil]
doa istri atau ibu yang mustajab

Doa istri atau ibu yang lebih mustajab? pertanyaan ini kayaknya dilontarkan dari banyak istri di zaman sekarang. Termasuk pertanyaan sejenisnya,

"Apakah doa seorang istri mustajab?"

"Apakah doa ibu paling mustajab?"

"Apakah doa ibu sangat manjur?"

"Apa doa ibu yang ampuh?"

Saya sendiri nggak pernah bertanya seperti itu, tapi memang pernah memperjuangkan perlakuan saya agar dikasih rewards sama paksu *orangnya perhitungan banget emang, hahaha.

Tapi emang sih, sebucin apapun paksu ke saya dulu, tak pernah bisa dia memilih saya atau ibunya. Dan salah satu alasan mengapa dulu paksu bisa bucin ke saya, salah satunya karena saya memang mencintai ibu-ibu, sopan sama ibu-ibu, apalagi sama ibunya.


Fenomena Lelaki yang Lebih Mengutamakan Ibu Ketimbang Istrinya

Lagi booming kembali nih masalah fenomena, lelaki yang sudah menikah, statusnya udah berubah jadi suami, bahkan ayah. Tapi dalam pikirannya, ibu adalah nomor satu, setelahnya anak, lalu istri.

Dulunya, ketika ada konten 'Ibu, istri atau anak, mana urutan prioritasnya?". Sungguh luar biasa gejolak media sosial akan konten tersebut.

Sampai-sampai, yang nggak punya masalah tentang prioritas suami juga ikut berbicara, hehehe.

Sejujurnya saya nggak pernah punya masalah ini, bukan karena suami bisa berlaku adil, tapi memang saya juga selalu sayang sama semua ibu-ibu, Jadi, seperti apapun sifat ibu mertua, saya selalu menyayangi beliau.

Eh kita alihkan dulu pembahasannya ke materi utama, takut pembaca bilang,

"Ini maksudnya apa ya? mau sombongin diri karena punya mertua baik?" 

Hehehe.

Fenomena lelaki yang mengutamakan ibunya ini memang berdampak luar biasa pada kehidupan pernikahan.

Penyebabnya selain sikap istri yang cemburu atas prioritas suaminya, juga ketambahan, kalau pas nemu sikap mertua yang aduhai manja dan nggak bisa jadi ibu dengan baik.

Saya belum eh jangan pernah ding, mengalami langsung. Tapi sering banget mendengar cerita beberapa teman-teman. Di mana mereka selalu makan hati, karena ibu mertuanya nggak bisa pengertian dan nggak mau kalah.  

Misal, ketika suami ngajak anak istrinya jalan-jalan, eh mertua juga pengen ikutan. Di saat suami beliin istrinya sesuatu, eh mertua juga pengen dikasih dengan segala alasan.

Kalau ada dananya sih, nggak masalah. Kalau dananya terbatas ini yang sulit dan jadi masalah besar. 

Ini, belum menyangkut permasalahan menantu mertua yang tidak akur, karena menantu merasa mertua selalu ikut campur rumah tangganya.

Terbaru, ada masalah yang terjadi di rumah tangga Ria Ricis yang akhirnya kandas dan bercerai dengan suaminya, Teuku Ryan.

Dari penjelasan yang beredar di media sosial, disebutkan salah satu penyebab permasalahan mereka, karena Ricis menganggap ibu mertuanya selalu ikut campur.

Hal-hal yang mengenai Ryan, selalu dikomentari oleh ibu mertua. Mulai dari minuman suami, rutinitas suami, selalu ada komentar dari ibu mertua.

Saya jadi ingat, kayaknya untuk masalah komentar ini, pernah saya alami dulu, awal-awal menikah, bahkan bikin saya kesal juga. Tapi sama bapak mertua sih, sama ibu mertua, biar kesal, tapi nggak pernah dendam. 

Waktu awal menikah, eh sepertinya sampai ibu mertua sakit dan meninggal sih, tapi paling banyak ketika awal menikah dan punya anak, lalu sempat tinggal di rumah mertua.

Hampir setiap hari saya dapat komentar dari ibu mertua, tentang bagaimana memperlakukan suami. Ketika suami makan, saya harus duduk menemaninya. Bahkan posisi tidur di kasur aja diajarin, hahaha.

Saya tersinggung? off course tidak, saya malah ngakak dan kadang juga manyun sih, hahaha. Tapi nggak pernah berani manyun di depan ibu, manyunnya di depan suami.

Kadang juga jadi bahan ungkitan kalau lagi berantem sama paksu, wakakakak.

"Coba cari, istri mana yang senyum-senyum aja disetir sama ibu mertua, semua hal diajarin, emang aku ibumu? kok disamakan perlakuan ibumu dengan perlakuanku ke kamu!"

Ampuuunnn mulut si MamiRey ini, hahaha.

Tapi, emang pada dasarnya saya nggak pernah merasa itu adalah masalah besar, cuman disinggung biar ada bahan menyerang suami, waakakkaka. Jadi ya nggak pernah jadi masalah yang bikin hati saya nggak bahagia.

Bahkan, ujungnya ya saya kunjungi lagi ibu, saya usap-usap badannya, dengerin semua cerita ibu yang kadang udah diulang 9999 kali, hahaha.

Beruntung banget emang paksu memperistri wanita yang kekurangan sosok ibu sejak kecil. Saya punya mama yang baik sebenarnya, sayangnya mama saya nggak pandai memperlakukan saya seperti apa yang saya inginkan.

Berbeda dengan ibu mertua, meski cerewet, tapi beliau paling sering memeluk saya, biar kata abis dipeluk, diceritain dah ke orang-orang, kalau mantunya ini males, wakakakakaka.

Tapi lepas dari cerita saya, seharusnya para suami bisa melihat bagaimana karakter istrinya. Tidak semua wanita se'aneh' saya, yang kek bucin sama kasih sayang ibu, hahaha.

Kebanyakan istri punya hati yang sangat rapuh, sangat mudah tersinggung jika dikomentari mertua, apalagi kalau suami malah memilih mengutamakan ibunya, membela ibunya.


Reaksi Para Istri Ketika 'Diduakan' Dengan Ibu Mertua

Kebanyakan istri meradang dan ngereog banget, ketika suami mengeluarkan sikap yang seolah menduakan dia dengan ibunya. Bahkan, bukan cuman diduakan, tapi dinomor duakan.

Ketika demikian, kebanyakan para istri bersikap salah jalan, menantang suami, yang ujungnya seolah sengaja bikin hatinya makin terluka.

Apa itu?

Sikap istri yang menyuruh suami agar memilih,

"Istri atau ibunya?"

"Pilih aku atau ibumu?"

Sesungguhnya itu pertanyaan konyol, apalagi kalau dilontarkan kepada suami yang memang sayang ke ibunya. Off course bakal dijawab dengan memilih ibunya, mana dikasih alasan pulak,

"Dia yang melahirkan saya, tidak ada yang namanya mantan ibu, kalau mantan istri ya banyak!"

Wuihhh, membayangkan paksu ngomong gitu ke saya, rasanya nyesss di hati, berasa hati yang udah luka, disiram cuka dan kecap asin *lah, hahahah.

Beruntung paksu nggak pernah jawab, biasanya dia memilih diam, lalu akhirnya memilih kabur kayak sekarang, wakakakaka.

Intinya, menurut saya, kita sebagai istri kadang salah dalam memberikan reaksi, meskipun memang wajar banget bereaksi seperti itu.

Tapi, kalau intinya kita pengen mempertahankan pernikahan, pengen bahagia dalam pernikahan. Penting banget untuk bisa memanajemen hati, biar bisa memilih reaksi yang pas ketika masalah ibu suami muncul, dan suami membela ibunya tanpa tapi.

Saya juga dulu bereaksi salah kok, sibuk menyerang suami, menyerang ibunya, meski nggak di depan ibunya ya, tapi membuat nama ibunya terlihat buruk di matanya.

Sampai-sampai mengingatkan kalau kesuksesan suami itu terletak dari saya, istrinya. Meskipun perkataan itu keluar ketika suami mulai membela ibunya dengan alasan doa ibu.


Doa Istri Atau Ibu yang Lebih Mustajab? Ini Jawaban yang Masuk Akal

Sejak dahulu, sebelum banyak orang atau sebelum masalah doa siapa yang paling mustajab, istri atau ibu?, sejujurnya saya udah pernah jungkir balik mengatakan hal itu ke suami, ketika marahan, hahaha.

Saya berpendapat, kalau doa saya lebih mustajab. Suami nggak membantah, tapi juga nggak mau menyenangkan hati saya, dengan nggak usah bawa ibunya dulu lah, hahaha,

*bawa di sini, maksudnya kaitannya masalah kami dengan ibunya ya, bukan saya membatasi pertemuan suami dengan ibunya.

Tapi emang sih, seiring waktu, masalah ibu mertua ini nggak terlalu menyita waktu kami, karena saya juga malas mempersoalkan hal-hal yang nggak penting.

Terserah deh doa siapa aja yang mustajab, atau doa saya dan ibunya sama-sama mustajab.

Namun, saya tergerak pengen bahas ini, setelah akhir-akhir ini banyak yang membahas tentang doa siapa yang paling mustajab, apakah ibu atau istri.

Ada yang berpendapat, kalau doa istrilah yang mustajab, buktinya suami jadi sukses setelah menikah. Kalau doa ibu yang mustajab, kenapa nggak dari dulu suksesnya?.

Suatu hari, saya membaca tulisan seseorang tentang doa yang mustajab dari seorang ibu. Saya lupa sih, itu tulisan siapa, dan bacanya di mana?. Kayaknya sih di facebook, karena seingat saya, tulisannya panjang.

Intinya, tulisan itu berasal dari seorang wanita yang menceritakan tentang bagaimana ibu mertuanya dalam mendoakan anaknya.

Ceritanya kurang lebih kayak gini.


"Ibu mertua saya, adalah sosok yang luar biasa, yang bikin saya percaya bahwa suami saya bisa hebat seperti sekarang, tak lain karena beliau".

Ibu mertuanya, suka banget berpuasa, sedekah dan lainnya, ketika iseng ditanya kok bisa serajin itu, katanya buat mendoakan anaknya (suami si penulis).

Seperti ketika itu, suaminya akan keluar negeri ada kegiatan kantornya, dan sejak pagi sebelum keberangkatan anaknya, ibu mertua ini sibuk ke pasar.

Ketika ditanya, kok belanja banyak? emang buat apa?

Ternyata si ibu akan masak buat dibagiin ke panti asuhan, minta doa atas kelancaran perjalanan anaknya ke luar negeri.

Ibunya juga berpuasa di hari itu, katanya biar bisa mendoakan anaknya yang pergi ke luar negeri.


Cerita itu menyadarkan saya, atas jawaban apa yang tepat dari pertanyaan, doa siapa yang mustajab? ibukah? atau istri?.

Jawabannya adalah, bukan ibu dan bukan istri, meskipun keduanya diberi hak mulia oleh Allah. Tapi, doa yang mustajab adalah, doa dari siapapun yang mau mendoakan si lelaki itu, secara maksimal. 

Jadi, masalahnya bukan doa ibu atau doa istri, tapi doa siapa di antara kedua wanita mulia tersebut yang bersungguh-sungguh mendoakannya.

Kenyataannya, sering kita temui, orang-orang berdoa hanya ngomong saja. Ini berkaca dari saya juga sih, kadang saya malas berdoa *plak. Cuman ngomong aja, misal, semoga dilancarkan ini itu ya.

Apalagi bagi penganut makna ucapan adalah doa, yang dia lakukan ya cuman ngomong aja, abis itu bobok manis, dan berharap diapresiasi, karena udah ngomong berdoa, hahaha.

Sementara, kita bisa liat bagaimana cara orang berdoa dengan sungguh-sungguh, berdoa selepas shalat wajib yang khusyuk, di tambah doa setelah shalat sunah, khususnya shalat malam tanpa henti. 

Ibaratnya nih, berdoa yang nggak cuman di media sosial atau tulisan atau omongan, tapi benar-benar merayu Allah, agar doanya didengar.

Hanya ada 3 atau 4 orang dalam hidup kita yang mungkin mau melakukannya.

Yang pertama adalah ibu, meski nggak semua ibu, tapi kebanyakan ibu lah yang mau bersusah payah untuk kebaikan anaknya. 

Bukan hanya mengurus anaknya, tapi juga mati-matian merayu Tuhan agar anaknya diberi kebaikan, kesuksesan, kelancaran rezeki, sehat dan bahagia.

Ibu, yang sejak anaknya kecil, bahkan ketika anaknya menyakiti hatinya, tetap mendoakan yang baik-baik untuk anaknya.

Yang kedua adalah istri, meski mungkin jumlahnya nggak sebanyak ibu yang mendoakan anaknya, tapi ada mungkin istri yang mau bersusah payah benar-benar berdoa dengan baik.

Jadi, bukan cuman ngomong ya, tapi juga dibarengi dengan tirakat luar biasa untuk merayu Tuhan demi suaminya.

Sayangnya, selain jumlahnya terbatas, pun juga sikap istri tidak se stabil ibu kepada anaknya. Ketika istri marah, maka tak pernah lagi ada doa buat suami dari list doanya.

Berbeda dengan ibu (meskipun nggak semua ibu ya), meski anaknya 'nakal', tetap didoakan dengan baik dan niat.

Yang ketiga adalah anak-anak shalih, yang benar-benar mencintai ortunya. Jadi mau bersusah payah real berdoa kepada Tuhan agar ayahnya menjadi sukses, sehat dan bahagia.

Jadi, demikianlah.

Saya pikir, tak perlu sibuk mempertanyakan doa siapa yang paling mustajab, apakah doa istri, atau doa ibu?

Padahal jawabannya adalah, doa orang yang benar-benar bersungguh-sungguh, meskipun doa ibu memang memiliki tingkatan lebih tinggi, karena posisi ibu dalam melahirkan dan mengasuh anaknya, diberikan kelebihan oleh Allah, bahwa doanya lebih didengarkan.

Tapi ya tetap aja, nggak cuman ngomong doang, melainkan dibarengi dengan tirakat yang lebih.

Jadi, gimana nih, masih pada penasaran nggak, doa istri atau ibu yang paling mustajab? Jawabannya adalah doa keduanya yang paling serius merayu Allah.

Apakah, kita sebagai istri sudah mendoakan secara serius, dan konsisten?.


Surabaya, 31 Mei 2024

#FridayMarriage - Parenting By Rey - Reyne Raea

Sumber: opini dan pengalaman pribadi

Gambar: Canva edit by Rey

Post a Comment for "Doa Istri Atau Ibu yang Lebih Mustajab? Ini Jawaban yang Masuk Akal"