Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Gaya Parenting Panutan Ala Mami Rey

Konten [Tampil]

gaya-parenting-panutan-ala-mami-rey

Gaya parenting Nikita Willy, lagi trending di mana-mana, baik di media sosial, maupun google. Kalau kita mencari gaya parenting, udah deh si mama muda kelahiran tahun 1994 ini, akan memenuhi kolom pencarian.

Demikian juga di media sosial, beberapa akun parenting yang mengupload gaya pengasuhan ala ibu baby Izz atau Issa ini. Seketika kolom komentarnya penuh dengan pujian dan respek luar biasa.

Banyak hal tentang pola pengasuhan Nikita Willy yang dielu-elukan oleh netizen. Mulai dari membiasakan baby Izz makan sendiri di meja makan, membiasakan tidur sendiri. Hingga yang terbaru adalah, bagaimana Nikita sangat berhati-hati dalam pemaparan gadget untuk anaknya.

Baca juga : Ketika Anak Terpapar Konten Pornografi Melalui WAG 


Ketika Gaya Parenting Publik Figur Jadi Panutan 

Tidak ada yang aneh dan jadi masalah sih, ketika seorang publik figur jadi panutan banyak orang. Namun ketika gaya parenting tersebut ternyata di luar kondisi yang menjadikannya panutan, di situlah letak masalahnya.

gaya-parenting-panutan-ala-mami-rey

Seperti ketika gaya parenting (yang diperlihatkan) Nikita Willy yang memang bagus banget sih ya buat perkembangan anak. Nggak perlu tanggapan pakar parenting untuk mengatakan itu hal yang baik.

Kita-kita para ibu/ mamak/ mami yang biasa aja, pasti setuju bahwa mengasuh anak itu, seharusnya kayak gitu.

Biasakan makan di meja makan, biarkan anak belajar memegang sendok atau makanannya sendiri. Karena itu bisa bermanfaat untuk melatih syaraf motorik bayi, pun juga bisa mengenalkan bayi pada yang namanya habit atau kebiasaan baik. 

Anak bayi dibiasakan tidur sendiri sedari bayi, itu juga bagus, melatih bayi tentang habit dan pengenalan waktu tidur. Dan hasilnya baik juga buat parents, which is tetap punya quality we time bareng, meski udah punya bayi. 

Lalu yang terakhir dan super penting nih buat para parents, yaitu bagaimana Nikita Willy sangat menjaga baby Izz dari paparan gadget. Jadi, anaknya sama sekali nggak atau belum pernah dikasih gadget.

Baca juga : Bonding dengan Pendampingan Pemakaian Gadget Oleh anak 

Menurut Nikita, dari konsultasi dengan beberapa dokter, bayi, sekali dikenalkan gadget, ya susah lepasnya. Jadi, mending jangan dikenalkan sama sekali aja.

Bagus banget kan ye, wajar banget jadi panutan.

Tapi, yang perlu parents sadari dan ketahui adalah:

  • Nikita Willy, tak pernah galau memilih, ketika baby Izz tidur, apa dulu nih yang harus dikerjakan? Apakah dia harus cuci piring? cuci baju? masak? beberes? nyetrika? makan? nonton drakor? atau mungkin tidur, karena waktu tidurnya kurang.
  • Ibu muda tersebut, tak pernah makan sambil memikirkan token listrik yang bunyi-bunyi, atau anak satunya yang minta diperhatikan, cicilan anu yang hampir jatuh tempo, dan segala macam keruwetan ekonomi rumah tangga, hehehe.
  • Ibunya baby Izz, tidak pernah nyambi menyusui dan pegang HP buat balas chat jualan online, atau menyusui sambil terbungkuk-bungkuk karena disambi ngetik, buat menghasilkan uang, hahaha.
  • Rumah ibu si publik figur tersebut nyaman, sejuk, pemandangannya bikin serasa healing setiap saat, perabotnya canggih semua. Kursi makan baby Izz nyaman, kamar tidur baby Izz juga nyaman, pokoknya semua serba nyaman.
  • Nikita Willy masih punya waktu me time, untuk olahraga, dan lainnya.

What i'm trying to say adalah, agar kita sebagai parents, ibu khususnya, berhati-hati dalam mengikuti pola parenting seorang publik figur. Karena percayalah... pola parenting tiap ibu itu, amat sangat dipengaruhi oleh kondisinya masing-masing.

Jika terlalu memaksakan sesuatu di luar kondisi yang kurang memungkinkan?. Ada 2 hal yang akan terjadi:

  1. Berhasil dengan penuh perjuangan 'berdarah-darah' *halah.
  2. Atau gagal dan malah jadi depresi sendiri, hehehe. 

Karena itu tadi, selain kondisinya beda, pun juga tidak semua yang diperlihatkan di media sosial itu, mencerminkan keseluruhan kehidupan publik figur tersebut.

Namun, bukan berarti tidak boleh mengikuti gaya parenting yang baik ya. Sebijaknyalah sebagai seroang ibu, kita harus berusaha lebih untuk menerapkan hal-hal yang baik kepada anak. Akan tetapi porsinya aja yang disesuaikan.

Tidak perlu terlalu ngotot mengikuti pola parenting modern ala publik figur. Sementara kita masih hidup dan bergantung pada orang tua ataupun mertua, which is kebanyakan orang tua zaman dulu kan kuno-kuno ya.

Kebayang nggak sih, ketika kita memaksakan anak harus tidur sendiri semasa bayi. Sementara kita masih tinggal dan bergantung di rumah ortu atau mertua. Saya yakin tidak semua ortu punya pandangan yang lebih modern. Yang ada dengan memaksakan pola parenting ala publik figur tersebut, hanya akan bikin hati mertua atau ortu kita sedih, karena mungkin kitanya ngotot nggak mau ikut nasihat mereka.

Baca juga : Menghadapi Mertua / Ortu dalam Mengasuh Bayi Ala Mami Rey


Gaya Parenting Panutan Ala Mami Rey

Been there.

Saya juga pernah menerapkan pola parenting yang ketat kepada anak pertama. Maklum ya, saya emang idealis, dan anak baru 1 kan ye.

gaya-parenting-panutan-ala-mami-rey


Gaya parenting dalam mengasuh si Kakak

Jadi, ketika dulu si Kakak masih bayi, saya menerapkan pola parenting yang lumayan teoritis. Bukan panutan sih, karena di tahun 2010 dulu, keberadaan media sosial belum semudah sekarang.

Salah satunya adalah, saya ngotot kasih makan si Kakak bayi hanya kalau dia udah berusia 6 bulan tepat. Meskipun mama dan kakak saya yang notabene seorang nakes, mengatakan boleh ngasih makan percobaan di usia 5 atau 5,5 bulan. Saya nggak mau! hahaha.

Lucky me, waktu itu saya tinggal di rumah mertua, dan ibu mertua saya sungguh sangat mengerti dengan tabiat saya. Jadi beliau nggak pernah mau memaksakan hal-hal yang terlihat saya nggak setuju dengan itu.

Seperti, keputusan si Kakak makan di usia 6 bulan, ibu mertua nurut aja tuh, meski kasian si Kakak terlihat lapar. Beliau cuman kasih susu aja, nggak berani ngasih makanan apapun, meski saya lagi di kantor (waktu itu saya masih kerja kantoran).

Baca juga : Menantu dan Mertua Tak Akur, Salah Siapa?

Sebagai gantinya, saya menyetujui saja ketika ibu mertua, meminta untuk diadakan acara 'turun tanah' meskipun cuman kecil-kecilan. Saya juga menghargai ibu dengan menuruti perintahnya, di mana anak bayi yang belum dibikinin bubur merah putih untuk 'turun tanah', belum boleh menapakan kakinya ke lantai.

Ketika si Kakak sudah makan pun, saya nggak pernah membolehkan dia makan sambil digendong, meski dulu sambil duduk di stroller atau di kasur aja, hahaha.

Saya juga nggak membolehkan si Kakak mencicipi gula dan garam sampai usianya 1 tahun. Jadi sebelum itu, makanannya hambar, hahaha.


Gaya parenting dalam mengasuh si Adik

Ketika si Adik lahir, mama saya nggak bisa datang, ibu mertuapun nggak bisa lihat. Karena waktu itu ibu jatuh dan tulang di bagian pahanya retak.

Terpaksa deh saya mengasuh si Adik bayi sendirian.

Dan gaya parentingnya? ya suka-suka, hahaha.

Saya bebas ngajak si Adik keluar rumah meski usianya baru 5 hari, hahaha.

Saya bebas napakin kaki si bayi ke lantai biar kata nggak ada acara 'turun tanah' segala.

Makannya? awalnya sih ikut kayak si Kakak, makan ya sambil duduk, sampai saya belain beli high baby chair di IKEA Tangerang dong (jauh amat yak, hahaha).

Baca juga : Berkunjung ke IKEA di Tangerang    

Kenyataannya, abis dibeliin kursi baby, eh si Adik nggak mau duduk dong, malah GTM. Dan begitulah, babay segala macam teori pola parenting yang ada.

Ya saya gendonglah, terus saya bawa ke depan rumah, sambil disuapin, baru deh berhasil ngasih makannya, hahaha.

Baca juga : Pengalaman Mengatasi Bayi GTM atau Susah Makan Ala Rey        

Lalu untuk gadget?

Hmmm..... ini masalah 10001 parents ya.

Boro-boro mau ikutin gaya parenting Nikita Willy yang menjaga banget anak terpapar gadget. Saya malah kasih gadget dengan anak-anak wakakakaka. 

Jadi, baik kakak dan adik, keduanya nggak ada tuh bebas gadget. Tapi emang sih, abis itu saya pusing juga mengontrolnya.

Namun, nggak masalah sih, karena buat saya, gadget is the best nanny ever! my hero banget malah, hahaha.

Ya kali mau nyamain kek si Nikita. Lah saya ngerjain semuanya seorang diri. Sementara dikaruniai anak-anak yang super aktif. Mata saya fokus ke hal lain sedikit, detik berikutnya bakalan ada yang nangis, karena jatuh lah, kejedot lah, berantem lah.

Duh, seketika saya minta tolong nanny buat jagain anak-anak dulu, si gadget maksudnya, hahaha.

Dengan gadget, mami Rey bisa mengerjakan beberapa kerjaan tanpa ribet diganggu oleh anak-anak, atau suara jejeritan mereka.

Meskipun, si nanny call gadget itu, juga nggak dilepas gitu aja sih ya, ada ToC yang berlaku.

Secara umum, pola parenting panutan ala mami Rey adalah, tergantung sikon banget!. Jadi bukan karena panutan dari publik figur, ataupun para pakar parenting.

Bahkan, jujur nih ya, beberapa konten parenting dari para publik figur. Atau bahkan dari teman-teman yang concern terhadap teori parenting yang ada di media sosial. Seringnya malah saya 'hide' atau 'snooze'. 

Karena jujur buat saya kadang malah bikin insecure, dan beban hati banget hahaha.

Padahal saya tahu persis, bahwa teorinya mungkin benar, cuman kondisi kami aja yang beda.

Baca juga : Bukan Teori, Solusi yang Lebih dibutuhkan Para Ibu


Kesimpulan dan Penutup

Gaya parenting yang baik, yang seringnya dibagikan oleh beberapa publik figur, sebenarnya sangat baik untuk ditiru. Namun yang paling penting adalah, bagaimana kita sebagai ibu menyadari, bahwa kondisi kita mungkin berbeda dengan si publik figur tersebut.

Karenanya, dalam mengikuti atau menjadikan gaya parenting si idola sebagai panutan, ada baiknya disesuaikan dengan kondisi diri masing-masing.

Agar gaya parenting tersebut, bisa diterapkan dengan baik ke anak-anak, dalam kondisi ibu yang bahagia dan ikhlas, bukannya malah tertekan apalagi sampai depresi.  

Sidoarjo, 28 Februari 2023

Sumber: opini dan pengalaman pribadi

Gambar: Canva edit by Rey

Demikian artikel tentang gaya parenting panutan ala Mami Rey, semoga bermanfaat.

15 comments for "Gaya Parenting Panutan Ala Mami Rey"

  1. Ngakak di bagian token listrik. Sempat sih liat cuplikan videonya yang bilang bayi harus tidur cukup blablabla, ya aku setuju. Sebab sebagian orang suka ragu menidursiangkan anak sebab katanya di malam akan begadang hehe. Cuma kata NikWil tetap aja butuh tidur siang.

    Btw soal artis, ada juga ya emang yang rame diomongin netizen sebab gak "sesuai" dengan kebayakan pola didik masyarakat. Tapi ya, selagi gak membahayakan (kayak Ria Ricis) menurutku orang tua punya kendali penuh mau didik kayak apa asal harus diiringi ilmu juga.

    ReplyDelete
  2. hahaha seperti biasanya tulisan Mbak Rey selalu makjleb
    Saya juga bingung dengan kelakuan netizen yang mengelu-elukan NW
    Padahal teoritis banget dan dengan mudah kita temukan kalo mau gugling
    Sementara setiap ibu sangat unik
    Gak ada salah dan benar dalam gaya parenting setiap ibu

    ReplyDelete
  3. Setiap keluarga punya gaya parentingnya masing-masing, gak semua public figure juga bisa diikuti karena kondisi setiap keluarga berbeda-beda.

    Bahkan dalam satu keluargpun parentingnya bisa berbeda satu anak dengan anak lainnya. Yang pasti sebagai ibu kita selalu punya naluri terbaik bagaimana merawat, mendidik dan membesarkan anak-anak kita sendiri dengan yakin.

    ReplyDelete
  4. Gaya parenting yang diterapkan Nikita Willy ini memang bagus ya, Mbak. namun memang belum bisa diterapkan pada semua orang. Tergantung situasi dan kondisi. Misalnya bagus sekali mengajarkan anak makan di meja makan. Tapi masih banyak keluarga yang tinggal di rumah kontrakkan 1-3 petak yang terkadang belum ada meja makannya karena keterbatasan ruangan.
    Jadi memang, setiap orang tua, punya cara parenting masing-masing yang Insya Allah pas untuk anaknya.

    ReplyDelete
  5. Saya banyak tersenyum di deretan paragraf tentang Nikita Willy. Dan langsung bilang YES saat sampai di bagian info-info faktual tentang bagaimana semua tampak possible and much easy bagi seorang artis terkenal yang gak ruwet mikirin tagihan listrik, bayar ART, beli beras, beli lauk dan biaya anak sekolah. Dan saat dompet tinggal kulit ketemu kulit.

    The fact is. Kita angkat topi dengan konsistensi nya dalam mendidik. Bahkan banyak hal yang bisa ditiru. Tappiiiii semua bergantung pada kondisi rumah tangga setiap orang kan ya? Karena gak semua orang hidupnya (sangat) beruntung seperti Nikita.

    Cus lah nikmati aja edisi dan cara pengasuhan sesuai dengan keadaan masing-masing. Yang penting lewat cara pengasuhan ini, apapun bentuknya, tidak melenceng dari tuntunan agama, membahayakan kesehatan dan menjadikan anak tetap bisa mandiri saat usianya sudah bertambah.

    ReplyDelete
  6. Dulu ketika mengasuh kedua putri saya yang sekarang sudah dewasa (menjelang 26 & 23 th), saya mengalir saja. Kebetulan saat itu kondisi ekonomiku terbatas mom Rey jadi namanya anak tidak pernah diberi uang jajan, diirit. Untuk ngemil buat sendiri, asuh anak bersama ibuku. Puji Tuhan setelah dewasa anak-anak menjadi pribadi yang bertanggungjawab dengan diri sendiri

    ReplyDelete
  7. Agaknya bagi ibu muda, kegalauan dan kecenderungan untuk memiliki gaya parenting yang ideal ala public figure ini, pasti ada ya..
    Semoga dengan adanya masukan dan bisa ditiru sesuai dengan kemampuan, kita bisa menjadi orangtua yang ideal untuk masing-masing anak.

    Gak perlu membandingkan, tapi perlu sebagai masukan yang positif.

    ReplyDelete
  8. Parenting itu penting, walaupun sebenarnya parenting bukanlah suatu "ilmu" melainkan "seni" . Jadi, masing-masing orang tua berhak menerapkan parenting apa pun sesuai dengan tujuan pengasuhan anak. Karena bukan suatu ilmu, jadi relatif tidak ada kriteria benar atau pun salah dalam parenting

    ReplyDelete
  9. Berarti pola asuh anak itu memang disesuaikan dengan keadaan, kebutuhan, dan kondisi ya Kak Rey. Gak bisa sepenuhnya menerapkan gaya dari orang lain, tinggal ambil baiknya yang memang sesuai. Jangan dipaksakan.

    ReplyDelete
  10. Gaya parenting ala Mami Rey sangat cocok untuk orangtua yang ingin mendukung perkembangan kemandirian dan kreativitas anak ya...
    Sebagai orangtua, kita perlu memahami dan menghargai kebutuhan dan karakteristik anak, serta mengembangkan cara pengasuhan yang sesuai dengan kebutuhan anak. Kita juga perlu terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan zaman dan tantangan baru dalam mendidik anak.

    ReplyDelete
  11. Iya kagum sama Nikita Willy saat baby-nya bobok sendiri di kamar dan dimatikan pula lampunya, mommy yang hebat ya diašŸ¤©

    ReplyDelete
  12. Gaya parenting tiap orangtua memang masing masing tapi kita juga harus banyak belajar lewat buku ataupun ikutan talkshow

    ReplyDelete
  13. iyaa yaa, sekarang nikita willy yang sering dipuja-puji netijen sebagai ibu sempurna, padahal yaa kenapa nikwil bisa jadi sosok sempurna seperti itu karena dia punya privelege karena gak perlu musingin duit dan cicilan setiap bulan, hehehe

    ReplyDelete
  14. Sebenarnya bukan untuk memulai moms war, tapi ada satu pertanyaan yang mengganjal menurut saya Mbak Rey.. apakah baby Izz minum ASI?
    Karena di beberapa wawancara justru Ini kita bercerita bahwa suaminya bisa bantu menyiapkan susu untuk anaknya. Susu di sini maksudnya asi perah atau gimana ya.. beneran deh saya kepo maksimal hehe

    Tapi saya setuju yang paling penting itu gimana kewarasan dan keikhlasan serta kebahagiaan ibu dalam mengurus anaknya nggak perlulah berpanutan dengan siapa-siapa yang penting anak sehat, ibu bahagia

    ReplyDelete
    Replies
    1. wkwkwkwkwk bisaaaaa aja Mba :D
      saya malah nggak ngeh dan nggak kepikiran tentang itu :D

      Delete