Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Paket Internet Cepat Membantu Perbaikan Pola Parenting Tahun Lalu

Konten [Tampil]
paket-internet-cepat

Paket internet cepat sangat berperan bagi saya, khususnya dalam membantu tugas saya sebagai ibu, sekaligus jadi parents yang punya goal untuk anak-anak.

Di masa serba digital ini, rasanya sulit untuk bisa hidup tanpa koneksi internet, bahkan dalam masalah pengasuhan anak pun, butuh bantuannya.

Demikian juga saya, sejak menjadi ibu dari 2 anak, banyak hal-hal yang harus saya pelajari, khususnya mengenai parenting dari internet.

Mulai dari masalah kesehatan anak, pendidikan, hingga pola-pola parenting anak, yang lebih baik dan disarankan oleh banyak pakar parenting.

Baca juga : Bukan Hanya Teori Parenting yang Paling Ibu Butuhkan


5 Pola Parenting Saya di Tahun 2022 yang Harus Diperbaiki

Kalau ngomongin metode atau pola parenting terhadap anak, jujur saya malu dan pengen tutup muka rasanya. Karena saya rasa masih sangat banyak dosa-dosa dan kesalahan yang saya lakukan terhadap anak-anak.

paket-internet-cepat

Meski setiap tahun, bulan, hari bahkan detik berjalan. Saya selalu berusaha dan belajar serta menerapkan segala hal, demi menjadi ibu yang baik.

Kenyataannya masih banyak juga yang kurang.

Iya sih, parenting emang sulit, dan butuh seumur hidup untuk belajar. Karenanya memperbaiki pola parenting yang salah atau kurang setiap waktu itu, penting.

Dan buat saya, ada beberapa pola parenting tahun lalu yang harus diubah dan menjadi goal atau resolusi parenting tahun ini, yaitu:

 

1. Menambah waktu bonding dengan anak-anak yang sebelumnya kurang

Bonding ibu atau parents dengan anak itu penting banget, dan punya banyak manfaat. Salah satunya agar anak bisa punya chemistry dengan ibunya, sehingga ibu bisa lebih mudah memberikan nasihat dan saran untuknya.

Selain itu, chemistry bikin anak-anak merasa bahwa ibunya adalah sahabatnya, tak tak segan-segan menceritakan apa isi hati dan perasaannya. 

Ini penting buat saya, karena si Kakak sebentar lagi akan masuk usia remaja. Di mana tentu saja butuh seseorang yang bikin dia nyaman untuk bercerita.

Di tahun kemarin, saya terlalu sibuk mencari uang. Siang malam menulis di blog, bahkan sering banget jadwal yang sudah kami susun, saya langgar sendiri. Khususnya jadwal main bersama anak-anak, seringnya malah saya pakai buat pegang HP atau buka laptop untuk menulis.

Karenanya, di tahun ini, saya akan berusaha untuk back to track, di mana lebih disiplin lagi mengikuti jadwal. Agar waktu bonding dengan anak tidak berkurang. 

Baca juga : Kegiatan Bersama Si Kecil di Rumah selama Pandemi


2. Mengurus dan menemani anak-anak dengan mindfulness

Semua orang, bahkan diri kita sendiri, butuh diperhatikan dengan penuh mindful, atau dengan hati yang mendalam. Apalagi anak-anak.

Bonding dengan anak akan sangat sulit dilakukan, jika kita sebagai parents tidak mindful ketika bersama mereka. 

Nah, di tahun lalu, saya sering banget khilaf, di mana ketika mengurus bahkan bermain dengan anak, tapi pikiran dan perhatian ke mana-mana.

Dibagi sama ponsel, kadang disambi-sambi dengan kerjaan rumah. Bahkan tidak jarang juga disambi dengan omelan, huhuhu. 

Rasa-rasanya, kebersamaan saya dengan anak-anak, sama sekali nggak ada 'roh'nya. Hanya semacam memenuhi kewajiban semata. Dan saya jadi berpikir, anak-anak ini sama aja punya ibu yang kerja kantoran. Lah maminya sih di rumah, tapi nggak pikirannya jarang di rumah.

Padahal, setiap kebersamaan anak dengan ibunya, akan melekat selamanya di pikiran anak. Jika kebersamaan selalu indah, maka itulah yang akan selalu dia ingat.

Lalu, apakah saya bisa tenang, jika anak-anak cuman mengingat kebersamaan dengan mami yang suka ngomel? huhuhu.

So, di tahun ini, wajib banget diperbaiki, wajib banget lebih mindfulness bersama anak-anak. 

Baca juga : Dampak Buruk Mom Blogger Multitasking


3. Menghargai usaha dan kelakuan baik anak

Mungkin karena saya tidak mindful bersama anak-anak, jadinya apapun yang dilakukan anak-anak, rasanya salah di mata saya. 

Dan begitulah, di tahun sebelumnya, saya sering banget mengabaikan, bahkan melarang si Adik melakukan hal-hal baik.

Misal, bantuin saya nyapu, ngepel, beresin tempat tidur, buka tutup jendela, matikan nyalakan lampu, bahkan shalat bareng.

Sungguh ya, si Adik memang tipe anak peniru ulung dan super aktif. Apapun yang saya lakukan, dia tiru. Tapi yang namanya anak-anak kan, tentu saja tidak sesempurna orang dewasa ketika mengerjakannya.

Jadilah, ketika nyapu, alih-alih membersihkan lantai, yang ada dia arahkan sapu ke semua sudut yang jarang disapu, misal bawa ranjang. Lalu debu tersebut tersebar ke mana-mana, hahaha.

Atau, ketika dia liat debunya banyak, atau dia ngompol di lantai, buru-buru deh dia niru maminya, diambilnya pel. Terus pelnya di bilas dulu, baru dipelkan ke lantai.

Lalu, lantai pun jadi banjir, hahaha.

Di lain waktu, dia liat baju dari jemuran menggunung, eh si Adik lalu berinisiatif bantuin lipat baju dong. Yang dilipat sih yang kecil-kecil, kayak pakaian dalam, lalu segera dimasukan ke lemari.

Abis itu mami butuh berjam-jam cariin di mana pakaian dalam mami, saking letaknya dipindah-pindah nggak jelas, hahaha.

Atau juga, dia buka tutup jendela, manjat buat matikan nyalakan lampu, maminya selalu ngomel saking takut dia jatuh, *sigh!.

Padahal, jarang loh ada anak kecil yang punya inisiatif kayak si Adik, dan seharusnyalah inisiatif positif anak didukung, agar menjadi good habits sampai dia dewasa nanti.

Kalau baru inisiatif, langsung dilarang atau diomelin, lama-lama anak kan jadi malas melakukan hal-hal positif tersebut.

Karenanya, di tahun ini, wajib banget mindfulness mendampingi anak-anak, wajib kasih waktu lebih untuk anak. Jadi saya punya waktu untuk sabar mengajari si Adik hal-hal baik yang sudah dilakukannya itu.

Misal, mengajarinya naruh pakaian dalam di tempat yang semestinya, biar mami nggak muter-muter cuman buat nyari itu, hahaha. Demikian pula hal lainnya, bahkan hobi si Adik yang suka bantuin maminya tersebut, sebenarnya bisa dijadikan ajang bonding yang sangat berfaedah. 

Baca juga : Membiasakan Anak Hidup Rapi Sejak Dini


4. Tidak membandingkan si kakak dan si adik

Waktu kecil, saya mengalami rasa kecewa, karena sering dibanding-bandingkan dengan kakak saya. Bahkan sampai sekarang sih. Di mana kakak saya lebih sukses, jadi ASN, sementara saya cuman ibu rumah tangga katanya, hiks.

Tapi, bisa-bisanya saya meniru pola parenting yang menyakitkan itu, untuk dilakukan ke anak-anak sih!

Iya, saya sering banget nih tanpa sengaja membandingkan si Kakak dan si Adik. Kakak yang memang punya karakter lebih mager, lebih santai, apa-apa harus disuruh, harus diingatkan melulu.

Sementara adiknya, super aktif, segala hal dilakukannya.

Hal itu membuat saya jadi sering membandingkan keduanya, dan saya jadi merasa buruk karena itu. Padahal, meski Adik dan Kakak bersaudara, mereka adalah pribadi yang beda. Nggak mungkin bisa sama.

Masing-masing punya kekurangan dan kelebihannya, misal si Kakak yang punya hati lebih lembut, ketimbang si Adik yang sukanya blak-blakan.

Dan tidak seharusnyalah saya membandingkan, seolah keduanya harus sama persis. 


5. Menyemangati si Kakak untuk peduli dirinya dengan cara yang positif

Salah satu yang harus saya perbaiki juga adalah, 'mulut pedas' saya!. Sungguh saya merasa bersalah dan malu banget, karena selalu menyemangati si Kakak, tapi dengan kata-kata yang negatif.

Bahkan, seringnya jadi berasa lagi mem-bully anak sendiri, huhuhu.

Gara-gara karakter si Kakak yang memang lebih lambat, mager, semacam nggak peduli masa depan. Bahkan nggak peduli dengan dirinya sendiri. Jadinya saya sering gregetan menghadapinya.

Seperti perawatan giginya. Seperti yang pernah saya ceritakan di blog ini, si Kakak memang pernah mengalami kecelakaan yang bikin giginya rusak.

Baca juga : Perawatan Gigi Anak yang Tumbuh Tidak Rata di Dokter Gigi Anak

Karenanya gigi depannya butuh alat bantu biar bisa tumbuh dengan rapi. Tapi ya ampuuunnn, si Kakak malas banget pakai alatnya, padahal maminya udah bela-belain kerja keras buat ke dokter gigi anak yang nggak murah, hiks.

Saking kesalnya, saya sering menakut-nakuti si Kakak, bahwa nanti dia bisa di-bully teman-teman kalau giginya kayak gitu. 

Maksud saya memang baik, biar si Kakak peduli dengan dirinya, agar giginya bisa lebih rapi. Dan dia nggak mengundang bully dari orang lain akan bentuk giginya, huhuhu.

Tapi dengan cara menakuti-nakuti tersebut, sangat tidak bijak. Bahkan sangat buruk untuk perkembangan mental anak, yang bisa menjadikan anak tumbuh dalam keminderan.


Peran Paket Internet Cepat dalam Pola Parenting Ala Mami Rey

Untuk bisa memperbaiki beberapa pola parenting saya yang salah di tahun sebelumnya. Perlu dicari tahu apa sih penyebab saya bisa menerapkan pola parenting yang salah itu?.

paket-internet-cepat

Penyebab pola parenting mami Rey yang salah

Dan kalau dipikir-pikir, masalah saya adalah keterbatasan waktu.

Saya memang harus melakukan banyak hal seorang diri, karena LDM (long distance marriage) dengan papinya anak-anak.

Saya harus mengurus semua kerjaan rumah sendiri, mengurus anak-anak sendiri, menyiapkan semua keperluan anak-anak sendiri. Dan juga harus mencari uang dari rumah.

Sebenarnya sih, saya dan anak-anak sudah sepakat untuk bikin jadwal dan disiplin mengikutinya. Dan jadwal tersebut juga sudah disetujui anak-anak.

Namun, seringnya beberapa jadwal, terutama jadwal untuk saya bekerja, jadi molor gara-gara koneksi internet yang kurang lancar.

Bukan hanya kerjaan saya yang molor dan seringnya harus menggunakan waktu bersama anak, untuk bekerja, atau disambi bekerja.

Kadang juga hal-hal lain, seperti si Kakak yang harus mengerjakan tugas sekolah dan butuh koneksi internet kencang. Jadinya bolak balik gangguin maminya, cuman untuk mengeluhkan koneksi internet yang tidak bersahabat.

Termasuk, ketika anak-anak mengambil screen time yang memang sudah dijadwalkan, tapi tidak puas menonton atau bermain gadget, hanya karena koneksi internet bikin nangis.

Hal itu sangat mempengaruhi mood anak-anak, yang tentunya juga ikut mempengaruhi mood serta produktivitas maminya.


Paket Internet Cepat IndiHome dari Telkom Indonesia

Dari penyebab di atas, terlihat kan betapa kebutuhan akan koneksi internet yang lancar dan juga terjangkau pastinya, sangat dibutuhkan dalam mendukung pola parenting kita.

Seperti paket internet cepat IndiHome yang sudah terbukti sebagai solusi internet cepat, berkelas dan cerdas untuk berbagai aktivitas tanpa batas. 

paket-internet-cepat

Dengan IndiHome, kita bisa mengakses internet dengan cepat, pun juga lebih stabil dan tahan terhadap berbagai cuaca.

Jadi, mau hujan badai kek, saya tetap bisa bekerja dengan lancar dan cepat, tanpa gangguan koneksi internet lelet. Dan tentu saja bikin saya bisa selesai bekerja tepat waktu, sehingga punya waktu lebih banyak, bonding mindfulness dengan anak-anak. 

Layanan digital dari Telkom Indonesia ini juga menyediakan berbagai pilihan paket internet cepat yang sesuai dengan kebutuhan kita. 

Promo-promonya juga menarik, dan lumayan bikin rekening sumringah, karena bisa saving pengeluaran untuk kebutuhan internet.

So, nggak salah deh memilih paket internet cepat IndiHome dari Telkom Indonesia, sebagai solusi untuk membantu perbaikan pola parenting saya di tahun sebelumnya.    


Kesimpulan dan Penutup 

Menjadi parents itu mengharuskan kita untuk terus belajar, hingga bisa selalu menjadi parents terbaik buat anak-anak.

That's why, penting bagi kita untuk selalu mengevaluasi pola parenting yang salah, lalu kemudian mengubahnya atau pun memperbaikinya.

Seperti saya yang menyadari kesalahan pola parenting di tahun lalu, dan ternyata masalahnya salah satunya berasal dari koneksi internet yang tidak bersahabat.

Karenanya, dengan paket internet cepat dari IndiHome, dapat membantu saya untuk bisa memperbaikinya.  


Sidoarjo, 20 Februari 2023

Sumber : 

  • Opini dan pengalaman pribadi
  • https://www.indihome.co.id/

Gambar : Canva edit by Rey

Demikianlah artikel tentang bagaimana paket internet cepat dapat membantu saya memperbaiki pola parenting yang kurang di tahun 2022 lalu, semoga bermanfaat.

27 comments for "Paket Internet Cepat Membantu Perbaikan Pola Parenting Tahun Lalu"

  1. Semua poin di pola parenting yang harus diperbaiki itu relate banget dengan saya huhu. Thanks for reminding mba. Enak ya kalau ada internet cepat kita sebagai ibu bisa cepat juga belajar parenting di internet.

    ReplyDelete
  2. Buat mindfulness ini kadang saya akui susah. Karena pekerjaan ibu seabrek2, harus meladeni banyak anggota keluarga dari yang anak2 sampai uang lansia. Jadi saat bersama anak kadang pikiran sdh ke kerhaan lain ๐Ÿ˜…

    ReplyDelete
  3. Inisiatif si adik manis ya ke maminya hehe.
    Pola asuh anak seperti ini mungkin gak ada pelajarannya, tetapi jadi pembelajaran dalam membersamai dengan si kecil buat yang masih single karena besok menikah dan lanjut suatu saat jadi orangtua.

    ReplyDelete
  4. duh hari gini tanpa internet, kelaut aja deh :D
    Karena melalui internet kita bisa meninggalkan parenting konvesional yang salah dan memilih cara yang baru
    Beruntungnya ortu yang hiduo di era internet ya?

    ReplyDelete
  5. Sebagai orang tua harus terus mengikuti perkembangan zaman termasuk parenting sebagai seni pengasuhan anak, biar pola asuh bisa luwes mengikuti perkembangan zaman.
    Pas banget, indihome sebagai provider nomer Wahid di Indonesia, berperan penting dalam hal ini, apalagi pas pandemi kemarin...

    ReplyDelete
  6. Menarik buat diterapkan 5 trik pola parentingnya mbak. Sepakat juga sih dengan keleluasaan mengakses dunia digital menggunakan internet yang cepat dan lancar dari indihome kota bisa terus upgrade ilmu parenting kita sebagai orang tua

    ReplyDelete
  7. Mbak Rey, sakiiit rasanya dibanding-bandingke. Udah bener kata si Farel Prayoga supaya ojo dibandingke tapi kadang tuh kelepasan membandingkan kakak adik. Efeknya dibawa sampai dewasa ya padahal ASN dan IRT sama-sama kerja, sama-sama berusaha yang terbaik.

    ReplyDelete
  8. Jadi orang tua itu ilmunya seumur hidup ya Mbak. Jangankan Mbak Rey yang masih punya anak-anak yang masih perlu perhatian lekat, saya yang anak-anaknya sudah di usia dewasa aja masih perlu belajar. Terutama untuk pengawasan pergaulan mereka. Apalagi sekarang mereka hidup berdampingan dengan internet dan teknologi kekinian. Masih tetap harus diingatkan agar tidak tergelincir dengan penyalahgunaan teknologi.

    Semangat Mbak Rey. Dengan kemandirian karena LDM, inshaAllah Mbak Rey jadi lebih tangguh, mandiri dan kokoh membangun keluarga serta mendidik anak-anak. Fase ini nantinya akan dirindukan saat anak-anak Mbak Rey sudah seusia anak-anak saya.

    ReplyDelete
  9. Seperti petuah opung Domu di film Neri-ngeri Sedap bahwa menjadi orang tua itu pelajaran yang tiada akhirnya.
    Palagi dunia digital yang menjangkau apapun, bikin kita sebagai orangtua was-was dengan pergaulannya.
    Semoga anak-anak kita sehat dan selalu dalam lindungan Allah.

    ReplyDelete
  10. Tahun ini aku puas-puasin bonding sama anak terutama si sulung diperkuat, Mbak rey..karena bulan Mei dia mulai ngekos dan Januari mulai kuliah resmi. Jadi jauh-jauhan, meski dah gede namanya anak emak pasti kepikiran. Untuk ada paket internet cepat IndiHome yang nanti bisa mendekatkan jarak

    ReplyDelete
  11. Semoga berhasil memperbaiki pola parenting ya kak. Dibantu tekad yang kuat dan internet cepat, insyallah semuanya menjadi mudah. Demi hubungan yang baik antara orang tua dan anak๐Ÿ˜Š

    ReplyDelete
  12. Bersyukur di era teknologi ini kita bisa merasakan pakey internet cepat, menjadikan kita sebagai orang tua cepat menyadari hal yang kurang tepat kita lakukan pada anak-anak. Sehingga kita bisa berkomitmen menjadi lebih baik

    ReplyDelete
  13. Ilmu parenting emang sulit ya, padahal udah tahu teorinya tapi praktiknya itu lho. Seperti membanding-bandingkan anak, udah tahu efeknya gak baik buat anak2 eh tapi ini mulut masih sering aja kecoplosan membandingkan si kakak dan adek atau sebaliknya. Belum lagi kalau mereka pada tantrum, udah tahu cara menghadapi anak tantrum yang benar gimana tapi masih saja salah praktiknya. Emang butuh kesabaran tingkat tinggi menghadapi anak2 makanya gak heran ya kalau ada ungkapan menjadi ibu itu belajarnya butuh seumur hidup

    ReplyDelete
  14. Kalau diingat kembali saya pun kayanya perlu banyak perbaikan dalam pola asuh atau parenting terhadap anak. Salah satunya merilis emosi biar nggak cepat kesal atau marah ama anak. Seringnya sih ada masalah lain eh anak jadi pelampiasan. Mudah-mudahan Kita bisa jadi orang tua yang lebih bijak lagi

    ReplyDelete
  15. Dengan terus belajar serta update ilmu pengasuhan, harapannya kita semua bisa membimbing dan dicintai anak-anak sehingga anak tumbuh sehat dan karakter yang kuat sekaligus imun bagi mereka agar terhindar dari pengaruh buruh lingkungan sekitar.

    Adanya internet cepat ini berdampak luar biasa untuk semua hal dalam hidup, ilmu parenting, tak terkecuali.

    ReplyDelete
  16. setuju sekali kak dengan paket internet yang cepat dari IndiHome kita bisa belajar banyak dari beberapa kesalahan masa lalu tentang parenting ini. memang sebagai ortu kita harus selalu upgrade pengetahuan kita ya

    ReplyDelete
  17. Keberadaan internet memungkinkan kita untuk belajar parenting baik itu melalui teori2 yang katanya ilmiah atau bahkan parenting yang dilakukan keluarga lain ya mbak.
    Aku pribadi suka aja nambah2 pengetahuan ttg parenting tp biasanya aku cocokkin jg ma diri sendiri dan karfakter keluarga, ini cucok gak itu cucok gak hehe.
    Plus mari kita sama2 tutup kuping kalau ada yang membanding2kan, fokes aja sama hidup kita, semangaaatt #ntms :D

    ReplyDelete
  18. Adik anak yang baik. Suka membantu orang tua.

    ReplyDelete
  19. Dengan adanya bantuan akses internet kita sbagai orang tua jadi bisa memilah pola yang benar2 harus ditinggalkan dan harus dilanjutkan dari warisan para sesepuh juga yaa

    ReplyDelete
  20. Membersamai anak memang perlu mindfullness agar anak merasakan kehadiran kita dengan hatinya, terutama pada remaja mbak. Saya nyaris bermasalah juga di sini, pada si bujang saya.
    Bismillah bisa Mbak Rey, semoga sukses dan anak-anak jadi pembuka pintu rahmad Mbak Rey di Surga-Nya kelak. Aamiin.

    ReplyDelete
  21. Pengaplikasian parenting memang harus dipilah dan dipilih serta diperbaiki jika kita memang keliru dalam prosesnya ya Mbak agar kita terus dapat memperbaiki diri dalam pola pengasuhan untuk memberikan kasih sayang terbaik untuk anak-anak

    ReplyDelete
  22. paket internet cepat dari IndiHome ini membantu kita mudah mendapatkan banyak informasi ya mbak
    termasuk informasi seputar paenting seperti ini

    ReplyDelete
  23. Jujurly aku jadi semangat belajar parenting karena sekarang akses belajar jadi mudah banget. Salah satunya berkat kontribusi paket internet cepat

    ReplyDelete
  24. Membandingkan si kakak dan si adik kayaknya masalah semua orang tua. Mungkin dengan peran internet ini tidak lagi terjadi. Misalnya dengan mengajak mereka main bareng dalam satu HP dan Ibunya sebagai penengah keributan

    ReplyDelete
  25. Indihome ini kalo dimanfaatkan dengan maksimal memang bisa produktif ya. Untuk usaha, bisa makin cuan. Buat para orang tua, bisa maksimalkan wawasan dan pengalaman parenting ke anak. Kudu deh semua pakai Indihome ini.

    ReplyDelete
  26. Indihome ini kalo dimanfaatkan dengan maksimal memang bisa produktif ya. Untuk usaha, bisa makin cuan. Buat para orang tua, bisa maksimalkan wawasan dan pengalaman parenting ke anak. Kudu deh semua pakai Indihome ini.

    ReplyDelete
  27. Nah, sekarang tuh kalau nyari ilmu parenting lebih mudah ya mba, ada koneksi internet cepat dari IndiHome

    ReplyDelete