Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Menikahi Lelaki yang Patah Hati

Konten [Tampil]
Menikahi Lelaki yang Patah Hati

Parenting By Rey - Kalau ada yang bikin saya takjub terhadap keputusan seorang wanita adalah, salah satunya ketika ada yang memutuskan untuk menikah dengan lelaki yang sedang patah hati.

Well, i know sih ya, mungkin di dalam pikiran wanita tersebut, bertekad memberikan cintanya yang tulus untuk mengobati hati sang lelaki yang terluka oleh patah hati.

Tapi, benarkah itu efektif?

Mungkin karena saya tumbuh dalam 'nasihat' yang berlebihan dari orang tua kali ya, yang setiap nasihatnya bejibun kata 'jangan'.

Alhasil, saya tumbuh jadi wanita yang sulit percayaan terhadap orang lain.
Makanya saya bisa dibilang hampir nggak pernah ketipu, baik dalam percintaan maupun lainnya.

Salah satunya ya karena saya nggak mudah percaya pada orang lain.
Satu-satunya yang saya percaya banget di dunia ini, ya hati nurani sendiri, hahaha.

Mengapa sih saya nggak percaya untuk melabuhkan diri ke pernikahan dengan lelaki yang patah hati, terlebih patah hatinya mendalam?


Fakta Tentang Lelaki yang Patah Hati


Did you know? ternyata kalau lelaki patah hati tuh, dampaknya luar biasa dibanding wanita loh.
Beberapa peneliti menemukan kenyataan bahwa seorang lelaki cenderung sulit menjalin hubungan, dan selalu saja mengalami pasang surut hubungan, dibandingkan dengan perempuan. 

Lelaki Patah Hati

Para peneliti juga menduga, hal tersebut dikarenakan, wnaita punya hubungan yang lebih dekat dengan teman dan keluarga, dan bebas mengeluarkan isi hatinya, sehingga lebih lega. 

Sementara lelaki biasanya lebih nyaman bersama pasangannya, daripada teman atau keluarga.
Eh ini kok berbeda dengan lelaki-lelaki yang sudah punya ekor di rumah, tapi seringnya mainnnn aja mulu ama teman-temannya, giliran susah yang dicari istri dan anak (eh kok ngegas si Rey, wakakaka).

Tersebutlah seorang pakar sosiologi dari University College of London, Prof Melanie Bartley, mengatakan bawah perempuan muda, selalu punya hubungan lebih luas dengan teman dan keluarganya ketimbang lelaki. 

sang profesor juga mengatakan, bahwa para lelaki, biasanya nggak bisa melakukan hal yang sama serta cenderung terisolasi. 

Lelaki memang punya banyak sahabat, akan tetapi berbeda dengan wanita, pola persahabatan lelai lebih cenderung kepada berkompetisi.

Bukan hanya itu, dalam sebuah survei, hubungan kandas yang dialami seorang lelaki, beresiko menyebabkan stres berat. 
Dan dari survei ini tercatat bahwa wanita ternyata jauh lebih pandai mengolah emosi untuk menciptakan kebahagiaannya sendiri (nah loh!).

Nah, tanpa membaca teori tersebut pun, bahkan sejak dulu, saya udah berpikir, kalau seorang lelaki yang telah menjalani hubungan mendalam atau bahkan jatuh cinta terdalam dengan seseorang, rasanya sulit untuk bisa benar-benar melupakannya.

Berbeda dengan wanita, sebenarnya (dalam hal ini menilai diri sendiri) seorang wanita itu mudah sekali move on, terlepas sedalam apapun cintanya terhadap seorang lelaki.

Yang membuat wanita sulit move on itu cuman satu, masih ada hubungan atau masih tetap berkomunikasi, bertemu dan bahkan berbagi perhatian. Dan juga belum menemukan seseorang yang lain yang bisa mengisi hatinya.

Kasian amat ya lelaki, hahaha.

 

Menikah Lelaki yang Patah Hati adalah Kesalahan Terbesar


Iya, ini menurut saya ya, meskipun saya yakin tidak sepenuhnya benar, ada juga yang menikahi lelaki patah hati, malah akhirnya bahagia bersama hingga maut memisahkan, karena suaminya nggak pernah jujur tentang hatinya *loh, wakakakak.

Lelaki yang Patah Hati

Nggak kok, becanda aja, nggak usah marah, wakakakak.

Menjalin hubungan atau mendekati lelaki patah hati saja, udah jadi sebuah kesalahan menurut saya, apalagi sampai menikah.
Even si lelaki berkata bahwa dia sudah melupakan masa lalunya ya.

Tetep aja sih ya.

Ini sebenarnya juga berlaku ketika saya menikahi si paksu dulu.
Sejujurnya, saya dulu takut kalau si pacar tidak benar-benar mencintai saya.

Ya begitulah wanita yak, harap sabar kalian para lelaki, hahaha.

Udahlah si pacar membuktikan selama bertahun-tahun setia dan selalu menuruti semua kemauan si wanita, bahkan rela menanggung hidup si wanita ketika si wanita sedang down, tapi tetap aja si wanita aka si Rey ini merasa bahwa sangsi sama perasaan si pacar, wakakakak.

Ya gimana dong, si pacar tuh sebelumnya punya mantan, dan mantannya tuh cantik, tinggi, pinter, anak orang berada pula.
Ini sebenarnya kamu sangsi sama perasaan si pacar, atau kamunya insecure ya Rey? hahaha.

Nah, itu sama lelaki yang udah saya kenal bertahun-tahun dan sangat mengikuti kemauan saya dulunya, bayangkan aja gimana saya nggak takjub ketika melihat wanita lain yang dengan mantap memutuskan menikah dengan lelaki, yang mana lelaki itu telah menunjukan selama bertahun-tahun, dia mengejar wanita idamannya, tapi wanita idamannya sama sekali nggak memberikan balasan atas perasaannya, hahaha.

Saya pikir, itu bakalan jadi salah satu masalah dalam kehidupan pernikahannya di kemudian hari.

Mulai dari, si lelaki mungkin saja membanding-bandingkan dia dengan wanita idamannya, ya meski dalam hati ya, kecuali lelaki lambe lamis, hahaha.

Hingga resiko terberat, ketika akhirnya si lelaki bertemu kembali dengan wanita idamannya, dalam sebuah kesempatan yang pas, lalu tiba-tiba, muncul lagi memori indah di hati si lelaki.

I mean, memang sih nggak semua lelaki.
Tapi saya tahu pasti ada beberapa lelaki yang sulit melupakan wanita idamannya, lalu ketika muncul masalah rumah tangga, eh si lelaki itu bakalan mulai menghubungi wanita idamannya tersebut, dan kemudian masalah menjadi semakin besar.

Ata bisa jadi, ketika wanita idamannya menemukan masalah dalam kehidupannya, dan si lelaki tahu tentang itu, bisa jadi jalan untuk masalah besar terhadap kehidupan rumah tangganya.

Saya rasa ini sering banget terjadi.
Terlebih dengan maraknya sosial media sekarang, begitu mudahnya kita menemukan mantan kekasih tercinta atau mantan idaman tercinta.

Dan begitu mudah kita bisa berhubungan di belakang pasangan kita.
Jangan heran jika pengadilan agama jadi antri untuk cerai, dengan kasus si mantan wanita idaman suami jadi pelakor.

Padahal mah, suaminya juga yang kegatelan, kasian banget hanya wanita yang disalahkan, huhuhu.

Ini saya dengar dari beberapa keluarga saya ketika mudik dahulu, banyak perceraian karena facebook, di mana facebook mempertemukan suami dengan wanita idaman yang bertepuk sebelah tangan dahulunya.

Juga cerita-cerita di grup Single Mother Indonesia.

Fakta Lelaki Patah Hati

So, begitulah.
Saya pikir memang adalah masuk ke dalam masalah baru, ketika kita memutuskan menikahi lelaki yang patah hati.
Karena memang lelaki tuh lebih sulit melupakan, ketimbang perempuan.

Tapi gimana dong, kalau memang jodohnya ya lelaki yang patah hati?
Ya udah, berjuang keras deh bikin si lelaki jatuh cinta dan benar-benar kembali merasakan apa yang dia rasakan kepada wanita idamannya yang bertepuk sebelah tangan itu.

Aku bisa membuatmuuuuu... jatuh cinta kepadaku karena aku pelet, eh salah... meski kau tak cinta... awalnya...
Hahaha.
Udah ah.

How about you, Parents?


Sidoarjo, 17 Desember 2021

  • Pengalaman dan opini pribadi
  • https://www.republika.co.id/berita/gaya-hidup/info-sehat/10/06/11/119425-jangan-dekati-lelaki-yang-patah-hati diakses 17 Desember 2021
Gambar: Canva edit by Rey

2 comments for "Menikahi Lelaki yang Patah Hati"

  1. Hm ... Baru tahu nenek, bahwa lelaki lebih susah move on ketimbang wanita. Tapi ada juga wanita stress sampai mati, gara2 patah hati ditinggal pergi oleh suami gara2 hubungan memburuk sama ibu mertua (emak si istri).

    ReplyDelete
    Replies
    1. Biasanya kalau wanita tuh susah move on kalau belum ada gantinya, tapi laki kadang udah ada gantinya pun masih sulit move on hahaha

      Delete