Sugar Rush Pada Anak Adalah Mitos? Dan Perdebatan Netizen Membela Dokter Meta dan Felix
Jadi semalam saya iseng buka threads dan membaca sebuah utas yang intinya ada yang ngajak orang lain untuk 'menyerang' sebuah akun gegara akun itu katanya membully dokter Meta mengenai Sugar Rush yang di sticth kontra oleh Felix Zulhendri, Ph.D.
Btw parents pada kenal kan Dr. dr. Meta Herdiana Hanindita, Sp.A(K), seorang dokter anak yang diidolakan oleh banyak ibu-ibu muda zaman now.
Selain karena personal branding-nya yang konsisten, pelayanannya terhadap pasien yang datang menggunakan jasanya selalu memuaskan. Inilah yang bikin dia menjadi idola banyak orang, khususnya ibu-ibu muda.
Baca juga : Feminisme Sesuai Kodrat itu Berdaya Tanpa Kehilangan Jati Diri, Ini Maksudnya!
Tak heran, ketika Raditya Dika mengundangnya untuk berbincang di podcast-nya, lalu potongan rekamannya tentang Sugar Rush di-posting di akun instagram, seketika di sticth kontra oleh akun seorang yang bergelar Ph,D.
"Anak makan gula jadi sugar rush?" kata Raditya Dika.
"Itu juga mitos!" jawab dokter Meta.
Btw, sugar rush adalah sebuah istilah yang populer di masa kini untuk sebutan sensasi lonjakan energi dan hiperaktivitas setelah makan atau minum yang manis-manis.
Konten tersebut lantas di-sticth oleh akun @felix.zulhendri.phd, yang mana intinya dia tak setuju kalau gula tidak menyebabkan sugar rush. Dia mengambil sebuah proxy (contoh) tentang ADHD.
Dengan menyertakan beberapa research paper yang membahas tentang konsumsi gula berlebihan pada anak ADHD.
Meski demikian, di akhir konten dia juga menyebutkan bahwa dokter Meta ngomong kalau gula harus dibatasi pada anak.
Kalau saya tonton dan pahami, sebenarnya konsepnya tuh kayak gini.
Dokter Meta ditanyain Raditya Dika, apakah benar anak makan gula jadi sugar rush, dan dijawab dengan pernyataan kurang setuju oleh seorang dengan gelar Ph.D (Doctor of Philosophy).
Udah, gitu aja.
Tapi yang terjadi adalah, netizen yang memang merupakan pengagum dokter Meta, khususnya para ibu-ibu muda, merasa kesal karena ada yang kontra terhadap pendapat dokter idola mereka.
Jadilah heboh.
Keadaan ini diperparah dengan tiba-tiba aja netizen terbagi dalam 2 kubu. Satu kubu netizen umum yang pro dengan Felix Zulhendri, Ph.D karena emang sering mengikuti konten-konten umumnya.
Satunya lagi kubu dokter Meta, yang mostly ibu-ibu muda dan udah lama menjadi follower dan pengagum sang dokter.
Ketika ada 2 kubu begini, sering banget terjadi saling berkomentar yang terbaca menjelekan kubu lawan. Demikianlah beredar di feed saya, ada banyak akun yang membagikan screenshoot postingan akun lain, lalu mengajak yang sekubu untuk menyerangnya.
Duh.
Baca juga : Parent Day di Sekolah TK dan Idenya
Apa itu Sugar Rush Dan Benarkah itu Mitos?
Sebagai parents, saya selalu penasaran dengan hal-hal yang menyangkut parenting, termasuk dalam tumbuh kembangnya. Ketika mengetahui konten tentang sugar rush ini viral, saya langsung ikut browsing, apa benar sugar rush pada anak normal, akibat kebanyakan makan gula itu mitos?.
Kenyataannya, memang nggak ada artikel yang mengatakan bahwa sugar rush itu benar-benar terbukti secara ilmiah.
Sebuah artikel dari website helosehat menyebutkan, bahwa, sugar rush diyakini bisa bikin seseorang menjadi hiperaktif setelah menyantap gula dalam jumlah yang banyak.
Seringnya anak-anak yang dianggap mengalami sugar rush, terutama ketika mereka menjadi terlalu aktif bergerak atau kegirangan setelah mengonsumsi makanan manis.
Sebenarnya hal ini bermula dari pemahaman bahwa asupan tinggi gula adalah bahan bakar atau sumber energi bagi tubuh.
Karenanya, banyak yang beranggapan, bahwa semakin banyak mengonsumsi makanan manis, tubuh akan jadi makin berenergi, dan mengakibatkan anak bergerak berlebihan, seperti berlari atau melompat tanpa henti.
Bukan hanya itu, mengkonsumsi makanan yang tinggi gula juga dapat meningkatkan suasana hati, sehingga ketika anak-anak jadi terlalu senang atau terus tertawa setelah makan camilan manis, perilaku ini dianggap sebagai efek sugar rush.
Kenyataannya anggapan seperti ini adalah keliru, karena tubuh hanya dapat memproses gula menjadi energi secukupnya saja. Justru sisa gula yang tidak diproses menjadi energi instan tersebut, akan disimpan sebagai glukogen di hati dan otot.
Nah jika cadangan terbatas itu penuh, maka sisa glukosa tersebut akan diubah menjadi lemak (trigliserida) dan disimpan di jaringan adiposa (lemak).
Karena itulah, anggapan bahwa sugar rush sebagai efek dari kebanyakan konsumsi makanan manis adalah keliru.
Yang artinya, anggapan bahwa anak-anak menjadi hiperaktif hanya karena makan camilan manis berlebih itu keliru.
Apakah Konsumsi Gula Berlebihan Berdampak Pada Anak ADHD?
Ini merupakan data yang dipakai Felix Zulhendri, di mana dia mengungkapkan sebuah hasil penelitian di https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/33066852/
Dari penelitian tersebut terdapat hasil:
"Seven studies, two cross-sectional, two case-control, and three prospective with a total of 25,945 individuals were eligible to include in the current meta-analysis. The association between sugar and soft drink consumption and the risk of ADHD symptoms were provided based on the random-effects model (pooled effect size: 1.22, 95%CI: 1.04-1.42, P = 0.01) (I² = 81.9%, P heterogeneity< 0.0001)"
Maksudnya kurang lebih seperti ini:
Peneliti mengumpulkan 7 penelitian berbeda yang membahas hubungan antara konsumsi gula dan minuman bersoda dengan risiko munculnya gejala ADHD.
Rinciannya:
- 2 penelitian cross-sectional yaitu melihat kondisi pada satu waktu
- 2 penelitian case-control yaitu membandingkan anak dengan ADHD vs tanpa ADHD
- 3 penelitian prospective yaitu mengikuti responden dalam jangka waktu tertentu
- Total seluruh responden adalah 25.945 orang
Dan hasil utama penelitian:
Pooled effect size: 1.22 (95% CI: 1.04–1.42, P = 0.01)
Artinya,
Anak yang sering mengonsumsi gula dan soft drink punya risiko mengalami gejala ADHD 22% lebih tinggi dibandingkan anak yang jarang atau tidak mengonsumsinya.
Karena,
Angka 1.22 = peningkatan risiko 22%
Di mana, rentang 95% CI: 1.04–1.42, artinya hasil ini cukup yakin secara statistik
Dan P = 0.01 artinya hubungan ini signifikan, bukan kebetulan.
Meski demikian ada sebuah catatan pentingg dari hasil penelitian ini, yaitu:
(I² = 81.9%, P heterogeneity < 0.0001)
Yang berarti:
I² 81.9% = hasil antar penelitian sangat beragam / tidak seragam
Artinya efek gula ke ADHD tidak selalu sama di semua studi, karena dapat dipengaruhi usia anak, budaya makan, metode ukur, dll.
Agar lebih paham, baca sendiri aja deh di websitenya, hehehe.
Baca juga : Agar Anak Tidak Kecanduan Minuman Soda Ala MamiRey
Pemahaman Sugar Rush dan Pengalaman Anak Hyperaktif Ala MamiRey
Menurut dokter Meta di podcast dengan Raditya Dika, kekeliruan pemahaman sugar rush bagi parents ke anaknya itu, bermula ketika mereka menemukan anak-anaknya jadi hyperaktif atau banyak tingkah saat mengkonsumsi makanan manis.
Akan tetapi, ketika dicermati lebih jauh seringnya anak-anak mengkonsumsi makanan dan minuman manis secara berlebihan itu, hanya terjadi di saat-saat tertentu. Misal acara ulang tahun, atau acara khusus kumpul-kumpul.
Di mana anak-anak bukan hanya dibolehkan mengkonsumsi makanan manis lebih dari biasanya, tapi mereka juga lebih excited karena ada banyak teman bermain.
Karena itulah di saat-saat tersebut anak akan menjadi lebih aktif dari biasanya. Jadi bukan semata karena konsumsi gula berlebih, tapi karena excited anak di kondisi yang berbeda dari yang mereka alami setiap hari.
Meskipunnnn, saya melihat statement ini sepertinya cuman berlaku pada anak-anak dengan parents golongan ekonomi menengah ke atas.
Di mana anak-anak tersebut biasanya diasuh dengan lebih disiplin oleh parents-nya. Salah satunya, mereka cuman bisa mengkonsumsi gula berlebih di saat-saat tertentu.
Kenyataannya, pada masyarakat umum dengan tingkat ekonomi menengah ke bawah, ada lebih banyak anak yang diasuh tanpa memperhatikan kedisiplinan mengkonsumsi gula.
Liat aja anak-anak kecil di kampung-kampung atau lokasi tertentu, yang bahkan anak kecil minumnya kental manis berulang kali setiap hari. Kebayang nggak berapa banyak gula yang mereka konsumsi setiap hari?.
Itu belum termasuk jajanan yang mengandung gula berlebih yang dikonsumsi tanpa melihat waktu. Harusnya sih, anak-anak gini juga dijadikan bahan penelitian (atau mungkin udah ada penelitian, tapi saya malas nyarinya, hahaha).
Sebagai parent, saya sedikit banyak setuju dengan dokter Meta. Karena pengalaman saya, biasanya anak-anak saya jadi lebih excited, khususnya si Adik Dayyan ya, karena sepertinya dia ekstrovert.
Dia akan sangat 'banyak tingkah' kalau ada temannya.
Nah, kalau udah banyak tingkah, lari sana sini, suka godain teman mainnya, dijamin malamnya dia bakal rewel sepanjang malam.
Kalau saya liat beberapa konten di medsos, kondisi seperti itu biasanya dikaitkan dengan sugar rush. Akan tetapi, pada anak saya, nggak pakai makan gula berlebihan juga dijamin kalau ketemu teman dia hyperaktif dan berakhir dengan rewel saat malam hari.
Jika ditanya apa dampak bagi anak-anak saya ketika mengkonsumsi gula berlebihan?.
Satu jawabannya.
Dijamin mereka bakal batuk pilek lalu berakhir dengan demam tinggi, hadeh!.
Itu aja sih dampak yang terjadi pada anak-anak saya ketika mengkonsumsi makanan/minuman manis. Kalau masalah rewel, ya rewel karena jadinya demam dan tenggorokannya nggak nyaman.
Jadi, untuk masalah sugar rush viral antara dokter Meta dengan Felix Zulhendri, Ph.D, menurut saya adalah:
- Statement dokter Meta memang benar, tak ada penelitian ilmiah yang mengungkap bahwa konsumsi gula berlebih pada anak bikin sugar rush.
- Statement kontra dari Felix Zulhendri, Ph.D, juga tak salah karena ada lampiran hasil penelitiannya. Namun yang dia maksud adalah sugar rush pada anak ADHD, bukan anak normal.
Itu kesimpulan saya ya, bukan mutlak benar.
As you know, saya bukan dokter apalagi ilmuwan, saya cuman suka menerapkan ilmu-ilmu yang berkaitan dengan parenting pada pengalaman mengasuh anak sendiri.
Kalau parents lainnya gimana? punya pengalaman tentang sugar rush pada anak nggak?.
Baubau, 27-12-2025
Gambar : Canva
Referensi :
- https://hellosehat.com/nutrisi/fakta-gizi/sugar-rush-fakta-atau-mitos-belaka/ diakses 27-12-2025
- https://bareblends.com.au/blog/how-the-body-processes-sugar diakses 27-12-2025
- https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/33066852/ diakses 27-12-2025


Post a Comment for "Sugar Rush Pada Anak Adalah Mitos? Dan Perdebatan Netizen Membela Dokter Meta dan Felix "
Link profil komen saya matikan ya Temans.
Agar pembaca lain tetap bisa berkunjung ke blog masing-masing, gunakan alamat blog di kolom nama profil, terima kasih :)