Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Efek Minuman Bersoda Bagi Anak

Efek Minuman Bersoda Bagi Anak

Parenting By Rey - Efek minuman bersoda bagi anak, tentunya tidak baik bagi kesehatan.
Jangankan untuk anak-anak, bahkan orang dewasa pun, jika kebanyakan dan keseringan mengkonsumsi minuman bersoda, maka akan menimbulkan berbagai penyakit.

Lagi booming banget ya berita tentang minuman bersoda, dampak dari sikap seorang bintang pesebak bola dunia, Cristiano Ronaldo, yang tanpa ragu memindahkan botol minuman bersoda Coca Cola di hadapannya, ketika sedang mengadakan konferensi pers beberapa waktu lalu.

Setelah memindahkan botol minuman bersoda tersebut, sang bintang tersebut mengangkat botol air mineral, dan mengajak semua orang untuk minum air mineral.

Namun, tentu saja bukan berarti minuman bersoda itu nggak bisa dikonsumsi, tentu saja bisa dong parents.

Minuman bersoda termasuk jenis minuman yang bisa diminum dan insha Allah halal, namun sayangnya minuman ini sangat berdampak terhadap kesehatan jika dikonsumsi secara berlebihan.

Sebagian parents mungkin beranggapan, bahwa kan nggak tiap hari anak-anak minum minuman bersoda.
Iya sih, akan tetapi, masalahnya adalah, kebanyakan makanan dan minuman yang kurang sehat tuh, rasanya enak, hahaha.

Rasa enak ini lah, yang memicu orang-orang jadi semacam kecanduan untuk mengkonsumsinya, apalagi untuk anak-anak.


Apa Itu Minuman Bersoda, Dan Apa Bedanya Dengan Minuman Berkarbonasi?


Secara pengertian, minuman bersoda itu sama dengan minuman berkarbonasi, yaitu sebuah jenis minuman yang tidak memiliki kandungan alkohol, dan telah mengalami proses karbonasi (Wikipedia).

Dilansir dari liputan6.com, seorang Dosen dan Peneliti Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, FATETA, Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. Dr. Ir. Made Astawan, MS menjelaskan, bahwa karbonasi merupakan proses dari karbon dioksida (CO2) yang dimasukkan ke dalam cairan dengan tekanan yang cukup tinggi.

Dari proses karbondioksida tersebut, menghasilkan gelembung dalam minuman dengan rasa yang mengigit serta krenyes, meskipun sebenarnya jika tutup botolnya dibuka, soda akan menghilang, dan tertinggal minuman yang merupakan cairan biasa berisikan pemanis.

CO2 yang dimasukan ke dalam cairan minuman tersebut, memiliki keterikatan secara permanen, sehingga ketika tutup botol minuman dibuka, akan terdengar suara letupan kecil, yang menandakan bahwa CO2 di dalam botol, lepas ke udara.

CO2 yang digunakan pada proses karbonasi, pada dasarnya sama dengan gas alam yang dikeluarkan saat kita bernapas, dan dihirup oleh tanaman saat proses respirasi.

dampak buruk Minuman Bersoda Bagi Anak

Lantas, apa bedanya minuman bersoda dengan minuman berkarbonasi?

Perbedaannya hanya terletak pada kandungannya.
Untuk minuman berkarbonasi, mengandung karbon dioksida dengan kandungan garam yang membuat rasanya sedikit mencolok, serta memiliki kandungan pH 3-4 yang sedikit asam.

Sedangkan minuman bersoda, mengandung karbon dioksida dengan campuran gula, asam nitrat, pemanis buatan seperti sirup jagung fruktosa dan kandungan lainnya.

Karena kandungannya itulah, mengonsumsi minuman bersoda atau minuman berkarbonasi sangat berdampak bagi tubuh.


Efek Minuman Bersoda Bagi Anak


Tidak dapat dipungkiri, minuman dengan pemanis merupakan jenis asupan gula tambahan yang utama di kalangan anak-anak, salah satunya adalah dengan minuman bersoda.

Gula yang terkandung dalam minuman bersoda seringnya sangat tinggi, sehingga beban kalorinya sangat tinggi. Asupan gula yang terlalu banyakpun perlu diperhatikan, karena dapat menyebabkan berat badan berlebih buat anak.

Dan beberapa efek buruk minuman bersoda bagi anak, adalah:

1. Dapat mengakibatkan obesitas dan diabetes


Dengan kandungan gula yang tinggi, minuman bersoda amat sangat tinggi, membuat minuman ini beresiko menyebabkan berat badan berlebihan pada anak, atau biasa disebut obesitas.

Dan berat badan berlebih hingga obesitas pada anak-anak, sangat rentan dan berkaitan dengan risiko gangguan pertumbuhan dan perkembangan mereka. 

Selain itu, obesitas yang terjadi sejak kecil akan berkaitan dengan munculnya berbagai penyakit kronis di kemudian hari, seperti diabetes.
Sedih banget kan, kalau anak sampai mengalami hal demikian, terutama di masa depannya.

Terlebih, minuman bersoda cenderung tidak membuat kenyang, sehingga anak-anak konsumsinya sering kali dalam jumlah banyak.

Dan dari sebuah penelitian, disebutkan pula bahwa anak dapat makan lebih banyak bila mengonsumsi minuman dengan pemanis buatan. 
Hal ini terjadi karena jumlah insulin yang naik secara tiba-tiba, dan juga turun dengan segera, saat tubuh mengonsumsi gula dalam jumlah banyak.

Biasanya efek yang akan ditimbulkan ketika kita mengonsumsi minuman bersoda adalah perut akan lebih mudah lapar, karena adanya penurunan insulin yang cepat.

2. Dapat mengakibatkan kerusakan gigi anak


Selain masalah obesitas dan diabetes, masalah kerusakan gigi, termasuk gigi berlubang juga menjadi salah satu efek dari minuman bersoda untuk anak. 

Terutama ketika diminum secara berlebihan, ditambah kurangnya penjagaan higienitas mulut sebelum tidur, tentunya mudah terbentuk lubang pada gigi. 

Dan ketika gigi berlubang, asupan makan anak akan tidak lancar. Dan hal ini tentu akan memengaruhi masalah kecukupan gizi untuk anak.

3. Menghambat selera makan anak


Sudah bukan rahasia lagi ya, kalau anak kebanyakan makan jajan, terutama yang manis-manis, maka anak tentu saja jadi merasa cepat kenyang, dan tidak doyan makan makanan lain, selain yang manis.

Karenanya, anak-anak akan kehilangan kesempatan mengkonsumsi makanan yang penuh gizi, di mana hal itu sangat dibutuhkan di masa pertumbuhannya.

Selain itu, minuman bersoda sama sekali tidak memiliki nutrisi yang amat dibutuhkan anak-anak, karenanya kasian banget kan, kalau anak malah kebanyakan mengisi lambungnya untuk sesuatu yang tak ada nutrisi, dan punya efek buruk bagi kesehatannya.


Agar Anak Tidak Kecanduan Minuman Bersoda


Susah memang ya, melarang anak untuk mengkonsumsi makanan atau minuman yang manis, karena hampir semua anak suka yang manis-manis.

dampak buruk Minuman Bersoda Bagi Anak

Si kakak dan si adik juga amat saya jaga dari yang namanya pemberian minuman bersoda, meskipun sesekali masih sempat minum, khususnya buat kakak, ketika kami kebetulan makan di restoran siap saji yang pilihannya cuman minuman bersoda.

Namun si adik, sampai sebelum kami mudik kemaren, dia sama sekali belum kenal yang namanya minuman bersoda.

Sayangnya, ketika mudik, di rumah nenek ada banyak minuman bersoda, dan kebetulan saudara-saudara sepupunya, yang mana memang nggak pernah dibatasi makanan maupun minumannya oleh orang tuanya, membuat si kakak dan si adik punya statement untuk bisa ikutan mengkonsumsi minuman bersoda dengan,
"Itu si A boleh minum, masa kakak/adek nggak boleh?"
Ketambahan dengan embel-embel om dan tantenya yang mengatakan bahwa jangan terlalu membatasi konsumsi anak-anak, jadilah si kakak semacam punya pembelaan untuk mengkonsumsinya.

Dan begitulah, si kakak lumayan banyak mengkonsumsi minuman bersoda ketika lebaran kemaren, dan saya cuman melihat dengan kesal, hahaha.
Terlebih si adik juga ikutan.

Untungnya, anak-anak termasuk jarang banget konsumsi minuman bersoda, karena saya memang membiasakan agar anak-anak menghindari makanan/minuman yang kurang bernutrisi atau kurang sehat, termasuk minuman bersoda dengan cara:
  • Menghindari menyetock minuman bersoda di rumah, kalaupun ingin menyetock minuman, palingan sirup doang, yang itupun jarang banget di minum sampai kadaluarsa, hahaha.
  • Selalu tegas dengan larangan mengkonsumsi minuman bersoda, kalaupun terpaksa meminum, ada batasan yang harus diikuti dengan patuh.
  • Menghindari konsumsi minuman bersoda, biar si kakak nggak protes, mama kok minum? hahaha. As we know kan ye, children see, children do. So, menjadi panutan yang baik dengan tidak mencontohkan konsumsi minuman soda yang berlebihan adalah sikap yang bijak buat orang tua.
  • Mengajak anak-anak berdiskusi tentang mengenai bahaya mengkonsumsi minuman bersoda secara berlebihan, khususnya buat si kakak yang memang hobi kepo pengetahuan baru. Hal ini sangat berguna agar anak tetap menghindari minuman bersoda, meski nggak ada orang tua, karena dia tahu efek buruk minuman tersebut buat tubuhnya. 

Demikianlah.
Memang sih, efek buruk minuman bersoda bagi anak, kadang tidak langsung terlihat dalam jangka pendek, hal ini yang membuat banyak orang tua merasa aman-aman aja membiarkan anak-anaknya sering mengkonsumsi minuman bersoda.

Padahal, kita semua tahu, kesehatan tubuh kita itu dipengaruhi, oleh apa yang kita konsumsi sejak kini.
Dan seringnya dampak atau efek buruk makanan/minuman kurang sehat, akan terasa seiring waktu. 

So, mari kita jaga kesehatan anak sejak dini dengan membiasakan mereka mengkonsumsi makanan/minuman yang bernutrisi saja.
Karena, kita aja yang sakit ngenes rasanya, apalagi kalau liat anak sakit, itu perih banget rasanya, Parents!

Sidoarjo, 17 Juni 2021


Sumber: 
  • Klikdokter.com
  • Liputan6.com
Gambar: canva

2 comments for "Efek Minuman Bersoda Bagi Anak"

  1. Inti katanya sebenarnya ada pada kata "BERLEBIHAN" atau "KEBANYAKAN". Sesuatu yang berlebihan akan tidak baik.

    Makan nasi kebanyakan juga tidak bagus, selain uang belanja cepat habis, juga kandungan glukosa di dalamnya bisa menyebabkan diabetes juga.

    Saya bukan Cristiano Ronaldo dan "suka" minuman bersoda. Sejak kecil saya sudah kenal Fanta, Coca Cola, dan masih banyak lainnya. Hanya saja, saya tidak banyak minumnya dan sekedarnya saja. kalau ada diminum, kalau tidak ya tidak dicari. Alhamdulillah sudah berusia 50 tahun sehat sehat saja dan tidak kena penyakit diabetes atau lainnya.

    Buat saya masalahnya adalah penekanan pada "keburukan" yang sering dihadirkan membuat segala sesuatu akan terlihat buruk.

    Cristiano Ronaldo mungkin punya opsi lain, tetapi tidak berarti pilihannya pasti benar. Jawaban produsen Coca Cola benar bahwa ia mungkin punya preferensi lain dalam urusan minuman dan bukan sebuah masalah. Tetapi, menakut nakuti orang lain dengan menunjukkan selalu sisi buruknya adalah hal yang membahayakan karena tidak menampilkan fakta secara utuh dan cenderung menggiring orang menyetujui sudut pandangnya saja

    ReplyDelete
  2. dulu waktu aku kecil, kayaknya SD baru tau ada minuman sejenis fanta atau sprite dan pas tau rasanya "oooo begini", tapi nggak ngerti apakah itu minuman bersoda atau enggak.
    soalnya dulu beli minuman beginian terasa mahal hahahaha
    pas udah gede jadi banyak baca dan tau plus negatifnya, jadi bisa diitung jari berapa kali minum minuman bersoda dalam setaun

    ReplyDelete