Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Telemedicine dan Cara Mendapatkan Konsultasi serta Obat Gratis Pasien Covid-19

Telemedicine dan Cara Mendapatkan Konsultasi serta Obat Gratis Pasien Covid-19

Parenting By Rey - Telemedicine hadir atas kerja sama dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dengan 11 platform untuk memberikan layanan konsultasi dan obat gratis pada pasien Covid-19

Karena masa pandemi ini sungguh memporak porandakan berbagai sektor kehidupan, terutama sektor kesehatan dan ekonomi.

Ditambah penyakit yang menular dan telah merenggut banyak nyawa, maka saya rasa sungguh inovasi kerjasama ini luar biasa.


Apa Itu Telemedicine?


Telemedicine adalah sebuah layanan medis online yang memungkinkan dokter atau tenaga medis memberikan pelayanan kesehatan dari jarak jauh.

Hal ini sangat penting di masa penyebaran virus covid-19 yang kembali menanjak, karena dengan telemedicine, maka pasien tidak perlu harus keluar rumah untuk mendapatkan layanan dan obat gratis.
 Tentu saja layanan telemedicine ini diberikan bagi pasien yang menjalani isolasi mandiri, akibat Covid-19.

Saking pentingnya, telemedicine telah menjadi pembahasan dalam Observasi Global seri eHealth volume 2, yang diterbitkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). 

Adapun istilah ini diciptakan pada tahun 1970-an, yang secara harfiah mempunyai airti 'penyembuhan dari jauh', dan tentunya dengan menggunakan teknologi informasi untuk menjangkau para pasien.

Karena tidak ada satu definisi pun yang pasti dari telemedicine, maka sebuah pada studi yang diadakan tahun 2007 menemukan 104 definisi. 

WHO lalu menyimpulkan definisi telemedicine adalah: pemberian layanan perawatan kesehatan, yang  mana jarak merupakan faktor kritis, oleh semua profesional perawatan kesehatan, dengan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi, untuk pertukaran informasi yang valid untuk diagnosis, pengobatan dan pencegahan penyakit dan cedera, penelitian dan evaluasi, dan untuk pendidikan berkelanjutan penyedia layanan kesehatan, semua demi memajukan kesehatan individu dan komunitas mereka.

Untuk itu, layanan telemedicine ini diberikan oleh para profesional kesehatan pada umumnya, termasuk perawat, apoteker, dan lainnya.
Sayangnya, layanan telemedicine ini baru tersedia di Jakarta, dan layanan serta obat dari telemedicine yang bekerja sama dengan Kemenkes. 

Sehingga, bagi mereka yang berada di luar daerah DKI Jakarta, layanan dari telemedicine ini masih berbayar. 
Dan untuk sementara, informasi mengenai cara mengakses layanan gratis ini, akan langsung diberikan ke nomor pribadi pasien. 

Adapun mengenai mekanisme yang ada untuk mendapatkan layanan ini, telah diatur sesuai prosedur yang dirancang oleh Kemenkes. 


Cara Mendapatkan Layanan Telemedicine 


Layanan telemedicine ini  bekerja sama dengan Kemenkes, di mana untuk mendapatkan layanannya, seperti ini:

cara mendapatkan layanan telemedicine untuk pasien covid-19 isoman
source: IG @kemenkes_ri

  1. Jika hasil tes PCR/swab antigen di laboratorium yang telah terafiliasi dengan Kemenkes, menunjukkan hasil positif covid-19, maka laboratorium akan melaporkan hasilnya ke database agar mudah diakses di mana-mana. 
  2. Berikutnya, pasien akan menerima pesan Whatsapp dari Kemenkes RI (yang akunnya dengan centang hijau) secara otomatis. 
  3. Pasien bisa langsung melakukan konsultasi secara daring dengan dokter, di salah satu dari 11 platform layanan telemedicine secara gratis. Tentu saja caranya hanya dengan mengeklik link yang terdapat dalam pesan WA dari Kemenkes RI, lalu memasukan kode voucher di aplikasi yang telah dipilih. 
  4. Melakukan konsultasi dengan dokter, serta menginformasikan bahwa kita pasien program Kemenkes.
  5. Setelah melakukan konsultasi secara daring, dokter akan memberikan resep digital sesuai dengan kondisi dan diagnosa pasien. Untuk pasien yang masuk dalam kategori yang dapat melakukan isolasi mandiri, maka obat dapat ditebus gratis. 
  6. Lalu, untuk menebus resep obat gratis dari Kemenkes tersebut, pasien diharuskan untuk mengirim pesan WhatsApp ke salah satu gerai apotek Kimia Farma.
  7. Setelah itu, pasien kemudian mengirimkan resep secara digital (PDF atau screen capture) yang dikeluarkan dari platform telemedicine tersebut, KTP, serta alamat pengiriman. Semuanya dikirim ke nomor WhatsApp Kimia Farma yang dituju. 
  8. Untuk semua obat dan vitamin yang dibutuhkan, akan ditanggung oleh Kemenkes. 
  9. Jasa pengiriman akan mengambil obat dan vitamin dari Apotek Kimia Farma dan mengirimkan ke alamat pasien. 

Adapun layanan telemedicine yang ikut dalam program ini mencapai 11 platform. Berikut daftar lengkapnya:
Alodokter, GetWell, Good Doctor, Halodoc, KlikDokter, KlinikGo, Link Sehat, Milvik Dokter, ProSehat, SehatQ, YesDok

aplikasi telemedicine pasien covid-19
Source: kompas.com

Lalu, setelah pasien berkonsultasi dengan dokter yang ada, berikutnya akan mendapatkan resep obat.
Setelahnya, pasien Covid-19 bisa menghubungi salah satu apotek Kimia Farma di bawah ini: 
Jakarta Timur: silahkan menghubungi nomor WA 0811 2223 049 
Jakarta Utara: hubungi WA 0811 2221 832 
Jakarta Pusat: hubungi WA 0878 7724 1590 
Jakarta Selatan: hubungi WA 0895 32487 4355 
Jakarta Barat: hubungi WA 087877241405

Semoga bermanfaat, parents!


Sidoarjo, 8 Juli 2021


Sumber: 
  • Kompas.com
  • Akun IG: @kemenkes_ri
Gambar: Canva edit by Rey

4 comments for "Telemedicine dan Cara Mendapatkan Konsultasi serta Obat Gratis Pasien Covid-19 "

  1. nahh kemarin mo konsul di halodoc udah kemaleman jam 12
    apalagi pas isoman begini vitamin udah habis aja

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mba, jangan tengah malam, saya juga pernah nyoba tapi udah pada tutup :D

      Delete
  2. Di Inggris telah berlaku Telemedicine. Selamat malam, ananda Rey.

    ReplyDelete