Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Tantangan dan Solusi Hidup Sehat untuk Mom Blogger

Tantangan dan Solusi Hidup Sehat untuk Mom Blogger

Parenting By Rey -  Tantangan niat hidup sehat untuk mom blogger itu banyak banget, terlebih jika kondisinya seperti saya, LDM dengan suami dan setiap harinya harus mengurus anak 2 orang seorang diri.

Tak ada keluarga ataupun tetangga yang bisa dimintain tolong, alhasil saya kudu bertanggung jawab penuh tanpa jeda terhadap anak-anak, rumah maupun pekerjaan saya sebagai blogger.

Membagi waktu aja agar seimbang, meski semua juga tahu adalah mitos bisa menyeimbangkan waktu dengan baik, antara menjadi seorang ibu yang baik buat anak-anak, sekaligus menjadi blogger yang konsisten.

Semacam kudu membagi waktu yang tiba-tiba terasa sangat kurang, antara buat diri sendiri, buat anak-anak, buat pekerjaan di rumah, maupun buat pekerjaan sebagai blogger.

It's sooo complicated.

Ujung-ujungnya, pasti ada yang harus dikorbankan, dan sedihnya kebanyakan Mom terpaksa mengorbankan dirinya sendiri.
Salah satunya adalah waktu dan kondisi untuk membuat diri jadi sehat dan bugar, karena bagi seorang Mom, sehat itu wajib alias Fardhu 'Ain, hahaha.

Beberapa tantangan dan solusi hidup sehat untuk seorang mom blogger a la saya adalah: 


1. Tantangan hidup sehat dengan membatasi jenis makanan


Seiring bertambahnya waktu, usiapun ikutan bertambah, dan sudah sewajibnya buat saya untuk lebih memperhatikan apa saja yang masuk ke dalam pencernaan saya.

Ibaratnya udah mau kembali kayak anak kecil lagi, kudu pantang beberapa makanan, dan bukan hanya jenisnya saja, tapi juga waktu dan porsinya.

Sudah sejak Desember 2020 lalu, saya menerapkan intermittent fasting, yaitu mengatur waktu makan saya, agar lambung bisa punya waktu untuk beristrahat mengolah makanan yang terus menerus saya masukan ke lambung.

Alhamdulillah dengan cara tersebut, saya bisa lebih mengontrol dan membatasi jenis maupun porsi makanan yang saya konsumsi.
Meskipun tetap saja masih banyak kalori berlebihan yang saya konsumsi, namun dibandingkan sebelumnya, udah jauh lebih sedikit dan teratur, alias ada waktunya.

Manfaat yang terasa dari membatasi waktu dan porsi makanan adalah, tubuh jadi terasa lebih enteng, kulit lebih segar dan sehat, karena saya lebih banyak minum untuk nutupin rasa lapar, hahaha.
Pun juga, pencernaan jadi lebih sehat, jarang sembelit maupun terasa sebah seperti saat makan tak kenal waktu sebelumnya.

Tantangannya adalah, sejak saya menerapkan intermittent fasting tersebut, sudah tak terhitung hati sedih, karena sering banget membuang makanan, baik yang basi, maupun camilan yang kadaluarsa.

Saya jadi menyadari, sebenarnya sebelum menerapkan intermittent fasting, sepertinya memang bukan maksud saya mengunyah mulu sampai berlebihan, serta apapun saya konsumsi.
Tapi memang naluri seorang ibu yang nggak tahan liat makanan jadi mubazir, dan itu sebenarnya masalah sejuta Moms, hahaha.

Namun, tak ada tantangan atau masalah tanpa solusi kan?
Dan setelah masuk bulan kedua menerapkan pengaturan jadwal makan saya, udah mulai terlihat bagaimana celah-celah memberlakukan makanan agar tidak terbuang begitu saja.

Solusinya adalah, dengan mengatur porsi masakan serta mengenali mood anak-anak terhadap makanan.
Iya, yang nyebelin itu sebenarnya, ketika saya masak secukupnya saja, dengan maksud agar makanan tidak terbuang percuma, yang terjadi, anak-anak terutama si Kakak malah makan banyak dan nambah berkali-kali.

Sementara, ada waktu juga di saat saya masak dengan menu yang sama, dan porsinya dilebihin dikit, eh si kakak malas makan, kan bikin bete ya.

Ternyata kuncinya adalah mengenal mood anak terhadap makanan, yang biasanya sih disebabkan oleh waktu makan dan adanya camilan yang berlebih.
Kadang, si kakak tidur lagi setelah sholat subuh, dan bangun menjelang pukul 8 pagi.
Yang terjadi, dia melewatkan waktu sarapannya, biasanya kalau dia melewatkan waktu sarapan, entah gimana selera makannya jadi menurun.

Apalagi kalau saya lagi stok banyak camilan di rumah, yang ada dia sengaja ngurangi porsi makan, atau kadang makan makanan utama hanya untuk syarat agar dibolehkan makan camilan.
Anak-anak banget ya, hahaha.

Dan selama beberapa pekan ini, saya masih menyesuaikan terus sih, tapi Alhamdulillah udah bisa mengurangi tantangan masak dikit, sayanya kelaparan karena si kakak makannya banyak.
Sementara kalau masak dilebihin, yang ada malah dibuang,huhuhu.
  

2. Tantangan hidup sehat dengan berolahraga


Di usia 30 plus plus atau menjelang 40 tahun seperti saya, yang namanya berolahraga itu sebenarnya amat sangat penting.
Nggak perlu olahraga yang berat demi body goal or something like that sih, namun rajin bergerak melangkah dengan santai setiap hari aja udah cukup.

Kalau enggak, duh kerasa banget deh yang namanya peredaran darah jadi nggak lancar, otot-otot kaku, sampai persendian jadi sering kayak ketarik gitu, dan agak sulit balik untuk beberapa saat.

Saya sering banget mengalami hal tersebut, ketika asyik-asyik tidur, lalu meregangkan tubuh, tiba-tiba kaki saya semacam ketarik dan sakit banget, nggak bisa dibalikin.

Biasanya, hal tersebut akan membaik kalau saya rajin peregangan secara rutin, terlebih kalau saya bisa jalan santai, hingga ratusan maupun ribuan langkah setiap harinya.

Tantangannya adalah, sungguh saya kesulitan banget mencari waktu bahkan untuk sekadar jalan santai di depan rumah, seringnya saya dihadapkan oleh pilihan, mau tidur atau olahraga pagi, mumpung anak-anak lagi tidur?.
Off course saya milih tidur, karena waktu tidur saya juga kurang banget.

Selain itu, tantangan lainnya untuk hidup sehat dan bugar buat saya adalah, saya selalu kesal, mau olahraga sebentar, anak-anak selalu aja mau ikutan, bukannya apa-apa ya, tapi ujungnya si adik minta gendong dong, padahal biasanya itu sedang berkeringat, dan saya sebal bersentuhan dengan orang saat sedang keringatan.

Solusinya adalah, berusaha rutin bergerak, kapanpun dan di manapun.
Karena memang sulit banget mencari waktu untuk bergerak olahraga ringan demi bugar, jadinya saya menggunakan waktu secara multi talenta *halah!.

Kadang saya ngeblog kayak sekarang nulis artikel ini, sambil bergerak, entah kaki yang bergerak layaknya orang berjalan, atau kepala sering digerakan ke kanan ke kiri atau beberapa gerakan lainnya, dengan maksud agar nggak kaku duduk melulu.

Bukan hanya itu, kadang juga saya masak ya sambil bergerak, jalan di tempat sambil cuci piring, sambil motongin sayur dan lauk, dan sambil lainnya tetap bergerak.

Tentu saja, selain bergerak sambil mengerjakan rentetan pekerjaan tak berujung saya, sebisa mungkin saya mencuri waktu untuk minimal peregangan dengan fokus di rumah.

cara agar ngeblog konsisten dan tetap sehat

So, Alhamdulillah dengan cara tersebut, semua masalah saya yang biasanya terjadi pada persendian dan semacamnya, jadi lebih terasa lancar dan lebih bugar.
  

3. Tantangan hidup sehat dengan istrahat yang cukup


Nah ini, sejujurnya, tantangan yang paling besar adalah, punya waktu istrahat yang cukup.
Ye kan, temans bisa bayangkan saja kegiatan saya untuk 2 poin di atas, bahkan kebanyakan saya melakukan sesuatu sambil mengerjakan hal lainnya.

Kebayang dong gimana dengan waktu istrahat saya, terutama waktu tidur.
Sangat kurang!

Tantangannya adalah, waktunya yang sangat sempit, no pain no gain temans!.
Saya bisa menulis setiap hari, bisa aktif di medsos, bahkan sekarang saya membangun 3 blog serta 3 akun instagram sebagai support masing-masing blog.

Itu tuh nggak terjadi begitu saja, ada nilai yang harus dibayarkan, salah satunya ya mengorbankan waktu istrahat.

Solusinya adalah, tetap disiplin pada diri, dengan memprioritaskan istrahat itu penting.
Jadi, perlahan namun pasti, saya mulai bisa mengembalikan hak tubuh saya untuk istrahat, meskipun tentu saja waktu dan kondisinya tidak sama persis orang-orang yang lebih normal menjalani hidup.

Tapi setidaknya, saya mengikuti kebutuhan tubuh, misal kalau memang benar-benar ngantuk, ya udah saya stop dan tidur dulu.
Lucky me, saya kerja di rumah, jadi tidur kapan saja itu bukanlah hal terlarang, meskipun tetap juga wajib mengkondisikan keadaan rumah dulu, misal mengunci pintu agar anak-anak nggak bermain di luar tanpa pengawasan saya yang lagi tidur. 

Demikianlah, tantangan dan solusi hidup sehat dan bugar untuk seorang Mom Blogger a la Rey.
Kalau temans, punya tantangan apa nih untuk hidup sehat dan bugar selalu?
Share yuk :)


Sidoarjo, 7 Januari 2021

#KamisSehat


Artikel ini diikutsertakan dalam tema khusus grup 1 minggu 1 cerita dalam tema: Tantangan

reyneraea x 1m1c tema tantangan

Sumber : opini dan pengalaman pribadi
Gambar : Canva edit by Rey

46 comments for "Tantangan dan Solusi Hidup Sehat untuk Mom Blogger"

  1. Eh loh, rumah baru nih mbak. Tambah keren nih.

    Anyway, intermittent fasting itu yang skipping sarapan bukan? Yang diadopsi OCD-nya Deddy Corbuzier itu? Semangat ya mbak.

    Untuk olahraga, memang sih kalau belum-belum udah mikirin olahraga "berat" macam nge-gym, zumba, dan sejenisnya yang takes time a lot dan pastinya, bikin keranjang cucian cepet numpuk (belum nyetrikanya), yang ada mah udah males duluan hahahaha.

    Kalo aku sekarang, serupa tapi tak beda ama mbak rey, yang penting gerak aja dulu. Daripada kemulukan ini-itu tapi tar tar mulu. Ya kan. Hehehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe, iya Mas, ini khusus parenting dan semacamnya :D

      Bukan cuman skip sarapan sih, tapi bisa juga skip makan malam, intinya jam makannya dibatasi, misal cuman 8 jam, jadi di luar rentang jam itu, nggak boleh sama sekali makan atau minum minuman manis :)

      Hahaha. iyaa, akhirnya gerak aja sebisanya nih, sememungkinkannya :D

      Delete
  2. berattt tantangannya kalau untuk hidup sehat, padahal hati yang paling dalam pengen bisa olahraga ringan rutin, nggak usah muluk muluk harus olahraga ke gym kayak zumba yang dulu pernah aku lakukan, lari aja susah bener sekarang
    di satu sisi, dengkul aku kayak sakit gitu, tapi dulu aku paksain buat lari meskipun kecepatan larinya sedang aja, karena temen temen komunitas running support satu sama lain.
    pokoknya kalau keinginan untuk hidup sehat selalu ada, sering banget aku mbatin mbak, harus dan harus. dan berharap ga males aja bisanya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waaahhh enak kalau ikut komunitas Mba Inun, jadi kayak saling nyemangatin, tapi tetep aja ya aras arasen hahahaha

      Delete
  3. Aku lagi belajar terus menjalani hidup sehat nih. Terutama membenahi dulu mindset tentang hidup sehat. Sekarang tantangannya lebih banyak ngobrol dengan body sendiri, makanan apa yang dibutuhkan badan? olah raga apa yang diperlukan oleh tubuh? Bagaimana kalo makan saja tapi berat badan tetep proposional.

    Lebih banyak belajar awareness tentang body, yang kadang kalo lagi pengen makan banyak ya gpp, pinter2 mix n match kalo udah makan gorengan day ya disupport sama makan sayur/ jus buah. Begitulah tantanganku Rey, lebih banyak ngobrol dengan badan butuhnya apa..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waaahh tengkiu Mba, keren tuh, ngobrol dengan body, jadi merasa bersalah deh saya, soalnya yang ada say marahin perut yang lebar, padahal ya saya yang bikin perut jadi lebar hahaha

      Delete
  4. Aku dulu termasuk yang segala makanan aku makan tapi susah gemuknya, semakin tambah umur kenapa jadi cepet naik berat badan. Lagi jaga-jaga makan juga sekarang supaya tetap sehat. Air putih nih, yang kadang suka kurang. Persoalan paling pelik, aku gak suka minum air putih banyak, mual perasaan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. bahahahaha, dulu saya sampai makan kalap sampe perut begah dong, saking saya kurus kek cacingan hahaha.

      Minum air putihnya pakai air hangat Mba, saya biasanya gitu, trus kalau nggak sanggup langsung segelas, bisa dicicil :D

      Delete
  5. menjalankan pola Hidup sehat memang ga mudah, tapi yaaa kita kudu melakukannya ya mb
    apalagi musim pagebluk gini, kudu lebih semangaaatt dan disiplin bergaya hidup sehat!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul Mba, wajib banget deh semangat, biar tetep sehat, meskipun tantangannya seabrek hahaha

      Delete
  6. semangat ya mbak :) walau LDM dan harus menjaga 2 anak, jangan lupa tetap bahagia, sehat selalu ya mbak

    ReplyDelete
  7. aplg di umur 30an sdh lebih harus memperhatikan pola makan, krn salah makan sedikit akan mengendatsssss aka ndut, bohay dsb...wkwkw

    ReplyDelete
    Replies
    1. wakakakaka, betoll Mba, heran deh, mudah banget mengembang :D

      Delete
  8. Suamiku nih suka intermittent fasting juga mbak, kalau aku biasanya puasa biasa aja. Ibu yg menghabiskan makanan anak, kalau aku malah terbalik, malah suamiku biasanya hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waaahh makanya Mba Lidya selalu proporsional, kalau saya terpaksa kudu ngabisin sendiri, kasian soalnya dibuang hahaha

      Delete
  9. Aku setiap malam sebelum tidur udah niat banget bangun tidur subuh after sholat jogging, tapi tantangannya mata sepet karena sering begadang huhu

    ReplyDelete
    Replies
    1. wakakakaka, samaaa... biasanya saya ganti sore Mba, kadang cuman jalan aja sih, tapi jalannya sambil menggendong, saking anak-anak minta ikut hiks, pegeeellll

      Delete
  10. hebat mba strong walau LDM sama suami. Seneng deh bisa membatasi makanan, dan punya waktu olahraga dan istirahat yang cukup. Jadi semua bisa seimbang ya mba

    ReplyDelete
  11. Wah iya nih harus mau berusaha hidup sehat biar kualitas hidup ke depan lebih baik nih.. terima kasih tulisannya mengingatkan nih ....

    ReplyDelete
  12. Ibu memang segala-galanya ya. Apapun dilakukan untuk hasil yang terbaik, bagi semua anggota kelaurga

    Meski ibu lelah dia mampu mengatasi leleh tersebut untuk melakukan apa yang diminta suami dan anak-anak

    Sehat selalu Mbak, dirimu hebat dan pasti mampu mengatasi semua karena solusi termudahnya sudah ada ya.

    ReplyDelete
  13. Istirahat yang cukup asli penting banget Mba, buat kita agar badan tetap fit selalu.
    Ohya aku sudah follow blognya ya, polbek ya Kak maKasih.

    ReplyDelete
  14. Kalau istirahat emang lebih banyak yg aku lakukan di pandemi ini. tantangan ku tuh buat olah raga, begitu sulit dilakukan.

    menjadi pola makan khususnya buat papaku penting sekali. Semangat beraktifitas juga perlu buatku.

    Semoga kita sehat terus ya
    ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semangat untuk terus sehat ya Mba, penting banget tuh :)

      Delete
  15. Untuk menerapkan hidup sehat, ada aja berbagai tantangannya. Tapi, ada juga solusinya. Semangat, Mbak. Semoga bisa konsisten dengan lifestyle sehat. Pengen juga nih disiplin dengan pola makan sehat.

    ReplyDelete
  16. Wah mba amu penasaran sama intermittent fastingnya itu. Gimana step lengkapnya ya? Aku sendiri udah mulai capek liat timbangan ke kanan muluk huhuhu. Tapi kalo intermittent fasting gitu bikin lemes nggan sih? Aku takut malah ambruk wkwkwk.. next bikin artikel soal ini ya mbaa.. biar gak penasaran akuh. Sehat selalu mbaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi saya nggak sampai yang serius banget Mba, cuman membatasi waktunya aja, belum menghitung kalorinya :D
      Pernah saya tulis di blog personal saya :)

      Delete
  17. Tantangan memang tak pernah selesai ya dalam hidup ini mba hehehe.. aku juga tertantang hidup jauh lebih sehat

    ReplyDelete
  18. tantangan banget yaa untuk menjaga pola hidup sehat di masa pandemi gini tuh mba rey, secara gerak kita jadi lebih terbatas, gak bisa kemana-mana jauh-jauh

    ReplyDelete
  19. Susah memang jadi emak-emak, suka jadi "tempat sampah" bekas makanan anak-anak. Sepertinya saya juga harus mencoba intermittent fasting ini mbak, sekarang sih masih ngurangin nasi aja, eh tapi suka pusing gitu, bingung jadinya :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha, betul banget, selalu sayang kan kalau makanan dibuang :D
      Bisa bertahap kok Mba, jadinya kek puasa, tapi ini boleh minum air putih :D

      Delete
  20. Aku pengin bisa loh Rey istirahat kapan saja mau, apalagi kan sekarang memang udah ga ngantor lagi. Tapi aku tuh orang yang susah tidur, terutama tidur siang. Tidur malam pun ga bisa langsung merem, kecuali posisi badan sedang capeeekk banget. Kayaknya butuh manajemen pikiran nih agar mudah mengosongkannya sehingga bisa mudah beristirahat meskipun waktunya sempit.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waaaahhh, kalau saya malah pengen bobok, waktunya kurang hiks, jadinya ga pernah tuh menikmati leyeh-leyeh sebelom bobok, adanya kena bantal langsung buyar ke alam mimpi hahahaha

      Delete
  21. Saya juga sering sedih Mbak makanan di kulkas menumpuk banyak terbuang pada akhirnya. Mengakalinya dengan mengurangi porsi masak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah iya Mba, saya mulai percobaan dikit-dikit mengikuti mood anak-anak , soalnya kadang kalau porsinya dikit, lah mereka doyan makannya hahahaha

      Delete
  22. Sekarang aku sedang happy, kak Rey..
    Entah kenapa, BB bisa diatur. Tapi yang jadi tantangan adalah, olahraga.
    Kadang suka uda nganggep badan lebih ringan, jadi lupa kalau olahraga tetap harus dilaksanakan agar badan fit dan bugar.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillaaaaahh, idaman banget tuh Mba, olahraga di rumah aja :D

      Delete
  23. Ini blog baru ya mbak? Atau aku aja kali nih yg baru mampir ya hahaha
    Anyway ngomongin sisa makanan, aku jg paling ga bisa tuh liat yg kebuang2 apalagi nasiii.. duh sedih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha iya Mba, saya pisahkan beberapa niche dari blog personal, biar nggak campur aduk :D

      Delete