Assalamu'alaikum :)

Salam kenal, saya Rey, ibu dari 2 orang putra. Di blog ini bercerita tentang Parenting, Family dan Healthy

Malam Tahun Baru

Sunday, January 31, 2021

malam tahun baru 2021

Parenting By Rey - Malam tahun baru sudah berlalu 31 hari, namun masih teringat kok kemarenan itu ngapain aja sama anak-anak.

Karenanya, ketika ada blogpost challenge dari Ning Blogger Surabaya, yang mana temanya menceritakan kegiatan malam tahun baru lalu, terasa sedikit ringan untuk ditulis.

Meskipun nih ya, malam tahun baru kami, setidaknya udah 3 tahunan eh apa udah 5 tahunan terakhir ini ya, setiap malam pergantian tahun kami selalu lewati dengan konsisten, yaitu di rumah aja.

Tepatnya, setelah kami kembali ke Surabaya, eh Sidoarjo ding, setelah sekitar 4 tahunan tinggal di Jombang, dan siapa sangka yang dulunya ketika masih di Jombang, kami seolah nggak pernah betah hanya di rumah aja, eh sekarang malah lebih betah ngendon di rumah.

Dan demikianlah, malam pergantian tahun baru 2021 lalu, hal yang serupa kami lakukan.
Malas banget mau keluyuran.
Selain sekarang memang asyiknya di rumah aja karena sering hujan, pun juga keadaan di luar sana sedang tidak bersahabat oleh pandemi ini.

Bahkan, mendengar dari berita di radio, dan dari teman-teman, ternyata oleh pemerintah diperintahkan untuk di rumah saja, sehingga banyak tempat hiburan seperti hotel pun dilarang keras mengadakan acara tahun baruan.

Untung deh kami nggak jadi mau staycation di hotel, karena selain rate nya mihil banget buat kami, pun juga lebih tenang di rumah deh, udah jelas-jelas spreinya kami sendiri yang make, demikian juga alat lainnya (parno kan ye ceritanya, hahaha).

Dan beberapa kegiatan kami, khususnya anak-anak selama malam tahun baruan kemaren di rumah adalah:


Bermain Kembang Api


Untunglah, papinya anak-anak telah membelikan mereka kembang api yang beragam, sebelum malam tahun baru datang.
Karenanya, meskipun nyalainnya sulit, tapi anak-anak cukup puas dengan bermain kembang api bersama papinya.

Kalau mamaknya?
Ya biasalah, liatin mereka main sekitar 10 menitan, setelah itu ya kembali ke laptop kek Tukul, hahaha.


Melihat Kembang Api


Iya, mengapa juga kami harus keliling kota melihat indahnya kembang api yang biasa digemakan di banyak tempat.
Karena bahkan dari jalan depan tempat tinggal kami, terlihat indah dan nyaman menonton pertunjukan kembang api beraneka warna dan bentuk.

malam tahun baru 2021

Dan yang nyamannya adalah, bebas macet serta bebas bonus telinga nyaris budek dengar bunyi yang memekakan telinga, yang biasanya dari kembang api ataupun petasan.

Rasanya udah kenyang banget deh yang namanya menikmati tahun baru di luar, dulu ketika masih single.
Dulunya tuh, sampai-sampai kuping rada budek gegara bunyi kembang api dan patasan yang memekakan telinga, serta bunyi motor yang kayak bunyi mesin senso kayu, hahaha. 


Ngemil Gorengan


Malam tahun baru itu identik dengan bakar-bakar, maksudnya sih bakar jagung dan semacamnya, bukan bakar rumah loh ya, hahaha.
Namun, ampun kan ye, ribet betul nyiapin ini itunya, terutama nyiapin arang, bakar arang.

Jadinya, seringnya kami memilih menikmati camilan yang praktis aja, entah itu goreng pisang, kentang atau semacamnya.
Atau juga beli camilan aja di minimarket dan dimakan bareng-bareng, hahaha.

Lebih praktis, dan lebih enak sih ya, meski juga resikonya lebih kurang sehat, hahaha.
Tapi setidaknya, kemaren saya goreng pisang dan paksu beli jajanan di Alfamidi, semua bisa kami nikmati dengan kebersamaan yang tak kalah hangat.


Nonton Film


Setiap kali tahun baru, acara di TV tuh bagus-bagus deh filmnya. 
Karenanya, setelah puas bermain kembang api, anak-anak memilih ngemil sambil nonton TV, terutama si kakak yang memang mirip banget ama saya, suka nonton film banget.

Meskipun, tetap juga saya batasi, maksimal pukul 1 malam saja, karena bangunin anak buat sholat subuh dan dianya masih ngantuk tuh sungguh menguras emosi banget hahaha.


Demikianlah, kegiatan kami ketika malam tahun baru 2021 lalu.
Tidak banyak sih ya, tapi lumayan hangat sih buat kami, dan yang paling penting adalah, anak-anak sangat menikmati setiap momen sederhana itu.

Terlebih si adik si ya, karena sejak dia lahir hingga usianya 3 tahun sekarang, dia belum pernah sama sekali melewati malam pergantian tahun di jalanan.

Berbeda dengan si Kakak Darrell, seingat saya, kayaknya dia udah 3 atau 4 kalian deh menikmati tahun baruan di luar.
Dari sejak usianya 1 tahun, kami lewati tahun baru dengan perdana ngajak dia nonton di bioskop, lalu pernah juga dengan melewatinya ke Bromo, hingga hanya sekadar muter-muter menikmati malam penuh kembang api di Surabaya.

Dan semuanya, tetap aja si kakak takut mendengar bunyi petasan maupun kembang api.
Hadehhh.
Untunglah sekarang udah familier dengan bunyi-bunyian seperti itu. 

Demikianlah cerita malam tahun baru kami yang seru juga meski hanya di rumah saja dan tak pakai bebakaran.

Kalau Moms lainnya, punya cerita apa nih ketika malam tahun baru lalu?
Share yuk :)

Sidoarjo, 31 Januari 2021

Sumber: pengalaman dan opini pribadi
Gambar: Canva edit by Rey 

Comments

  1. Duuh jadi kangen nonton kembang api di luar rumah pas tahun baruan, cuman tahun baru sekarang ini udh gak ada perang-perangan kembang api lagi di sekitar rumah saya karena pandemi gini :((

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihihi iyaaa, padahal biasanya meriah banget ya :)

      Delete