Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Jangan Membeda-bedakan Anak

Jangan Membeda-bedakan Anak

Parenting By Rey - Berlaku adil kepada anak itu memang sulit, tapi setidaknya akan lebih bijak bagi kita sebagai orang tua, untuk tidak membeda-bedakan anak kita, terlepas ketika dewasa anak kita, ada yang lebih berduit, ada yang hanya ibu rumah tangga sehingga nggak bisa sering kasih uang ke ortu.

Pun juga, sebijaknya, orang tua tetap memperlakukan anaknya dengan sama, tak peduli saat ini ada anak yang lainnya yang terlihat jarang bisa mengunjungi orang tua, karena mungkin satu dan lain halnya.

Sebijaknya, orang tua tetap mencintai anaknya, meski ada jarak di antara mereka, karena kasih ibu bukannya sepanjang jalan ya? tak berujung.

Hal tersebut saya pelajari dari sebuah keluarga, yang sudah mengalami bahwa pentingnya memperlakukan semua anak sama itu, harus dilakukan.

💖💖💖

Jadi, adalah sebuah keluarga, yang mana punya anak lumayan banyak, mostly adalah perempuan.
Ibu dari anak-anak tersebut sangatlah pengertian kepada anaknya, sehingga tidak seperti ibu lainnya yang mewajibkan anak perempuan harus tahu memasak dan membantu ibunya di dapur.
Sang ibu tersebut, tidak.

Alhasil, di antara beberapa anak perempuannya, hanya satu yang rajin bantuin ibunya di dapur, mengerjakan masak memasak, lainnya memilih beberes, dan cuci baju.

Waktu berlalu,  anak-anak si ibu tersebut beranjak dewasa, satu persatu lalu meninggalkan rumah, karena telah menikah dengan lelaki pilihannya masing-masing.
Termasuk anak perempuan yang rajin bantuin di dapur tersebut.

Meskipun sudah menikah dan masing-masing pergi meninggalkan rumah tersebut, akan tetapi hampir semua anak sering berkunjung ke rumah ibunya.
Setiap berkunjung, masing-masing datang membawa sesuatu untuk ibunya.

Sayangnya, sang anak perempuan yang rajin bantuin di dapur itu, sangat jarang bisa mengunjungi rumah ibunya, karena menikah dengan lelaki yang lebih suka hang out bareng teman, ketimbang berkunjung ke rumah mertua.

Bukan hanya itu, sang perempuan tersebut juga terpaksa jarang ke rumah orang tuanya, karena memilih mengikuti kemauan suaminya.
Sehingga baik waktu, maupun uang, sudah jarang bisa diberikan sang anak kepada orang tuanya.

Karena hal tersebut, ibunya jadi sedih dan kesal, meskipun tidak menunjukan secara langsung, tapi seringnya terlihat jelas bagaimana ibunya akhirnya memperlakukan mereka.
Anak-anak yang sering datang dan rajin bantuin keuangan, selalu disambut dengan meriah, sementara sang anak perempuan yang terpaksa jarang bisa datang, harus menerima selalu dinomor belakangkan dalam segala hal, bahkan selalu jadi bahan rumpian, dan tidak pernah bisa diharapkan lagi.

💖💖💖

Waktu dan peristiwa memang rahasia Tuhan ya, suatu hari setelah menyembunyikan masalahnya selama setahun, sang anak perempuan tersebut akhirnya jujur kepada keluarganya, bahwa dia bermasalah dengan suaminya.

Masalah mereka berat, karena melibatkan wanita lain.
Karena memang suami si anak yang kurang bisa diajak berdamai, akhirnya sang anak perempuan tersebut nekat menggugat cerai suaminya, dan akhirnya resmi menyandang status janda.

Selepas itu, sang anak kembali ke rumah orang tuanya, sambil membawa anak satu-satunya.
Sang anak perempuan itu memulai hidup single-nya dengan banyak gebrakan, dia rela keluar dari pekerjaan tetapnya, mencoba peruntungan di berbagai bisnis hingga menjadi orang kepercayaan para pebisnis musimam. 

Jangan Membeda-bedakan Anak

Yang ada, anaknya malah sering ditinggal bersama ibunya, karena dia harus sering mobile keluar kota.
Lagi-lagi dia jadi bahan gunjingan sesama saudaranya, karena anaknya memang sedikit introvert, dan tidak mau bergabung dengan lainnya.

Namun, waktu berlalu kembali memutar balikan semuanya, tiba-tiba sang anak perempuan itu harus off dari semua usahanya, setelah berkali-kali kena tipu.
Akhirnya, dia bersama anak perempuannya harus menerima keadaan lebih banyak mendekam di rumah saja.

Namun, Tuhan memang selalu mengatur skenarionya sebaik mungkin.
Tiba-tiba saja sang ibu yang sudah tua, sering sakit, sudah tak mampu lagi memasak makanan yang memang sejak dulu ibunya selalu yang masak.

Yang ada si ibu sering sakit-sakitan, dan tebak siapa yang bisa diandalkan.
Si anak perempuan yang menjanda tersebut.

Dialah yang begitu rajin mengurus ibunya ketika sakit, menyuapinya, memandikannya, mengurus kotorannya.
Bayangkan, si anak perempuan yang dulunya sering tak diharapkan itu, ternyata malah yang paling bisa diandalkan melebihi apapun yang orang tuanya butuhkan.

Sementara anak perempuan lainnya?
Jika ibunya sakit, mereka memang datang juga mengurusi ibunya, namun sayangnya mereka sudah punya keluarga sendiri, jadi paling hanya beberapa jam, dan kemudian harus pulang mengurus keluarga kecilnya.

Tinggallah anak perempuan yang sudah menjanda itu yang diharapkan.

Lesson learning adalah, sebijaknya orang tua, janganlah membeda-bedakan anak, meski mungkin saat ini ada anak yang kadang tak bisa diharapkan dan tak punya waktu untuk orang tua (kayak si Rey ya? huhuhu).

Waktu di masa mendatang adalah rahasia-Nya.
Who knows kan ya, di masa depan malah ternyata anak yang awalnya terlihat tak bisa diharapkan, malah jadi anak satu-satunya yang paling bisa diandalkan, terutama ketika orang tua sakit.

Demikianlah.

Sidoarjo, 11 Januari 2021

Sumber: pengalaman dan opini pribadi
Gambar: Canva edit by Rey 

Post a Comment for "Jangan Membeda-bedakan Anak"