Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Waspada Virus Nipah

Waspada Virus Nipah

Parenting By Rey - Belum juga pandemi diakibatkan oleh virus corona, muncul lagi sebuah virus yang tak kalah bikin was-was dari virus corona, yaitu virus Nipah.

Saking mengkhawatirkannya virus ini, langsung jadi top trending di google dong, semua website dan blog ramai-ramai membahasnya.

Serem juga sih ya, belum juga usai kita babak belur oleh pandemi Covid-19, udah diintai oleh virus lain, yang sama berbahayanya.
Berbahayanya lebih-lebih, karena hingga saat ini belum ada obat maupun vaksin untuk mencegah virus ini.


Apa itu Virus Nipah


Virus Nipah atau NiV, ditemukan pertama kalinya di semenanjung Malaysia pada tahun 1999.
Ketika itu, terjadi wabah di kalangan peternak babi, yang mengakibatkan banyak korban jiwa, maupun babi. 

Pada tahun 2001, Bangladesh melaporkan bahwa negaranya juga memerangi virus Nipah ini. 
Dan kemudian, infeksi dari virus nipah pun terus diidentifikasi bermunculan di India bagian timur.

Berdasarkan catatan dari WHO, penularan virus Nipah sejak tahun 1999 hingga 2008 ada sekitar 477 kasus infeksi dan 248 berakhir kematian.

Tingkat kematian akibat virus Nipah memang tinggi, diperkirakan mencapai 40 hingga 75 persen, tergantung kemampuan tiap daerah dalam menangani sebuah wabah penyakit.

NiV merupakan virus yang sekeluarga dengan Paramyxoviridae, genus Henipavirus, yang merupakan virus zoonosis yang dapat menyebar dari hewan ke manusia. 
Inang atau dugaan pembawa patogen virus adalah kelelawar buah (Pteropus).

Mirip Corona virus nggak sih?


Gejala dan Infeksi Virus Nipah


Adapun gejala awal terinfeksi virus nipah ini memang tidak spesifik, ada orang yang tanpa gejala dan ada pula yang memiliki gejala berat.

Mulai dari gejala infeksi saluran napas akut yang ringan, hingga gejala berat, berupa ensefalitis atau infeksi otak berat. 
Namun, yang bisa dikenali adalah, gejala awal yang umum seperti demam, sakit kepala, nyeri otot, mual muntah, sampai radang tenggorokan.

Mirip dengan gejala Covid juga nggak sih?

Lebih parahnya, virus nipah ini dapat mengakibatkan kematian atau terjadi ensefalitis,yaitu peradangan yang terjadi di dalam jaringan otak dan dapat menyebabkan gejala gangguan saraf.

Menurut WHO, untuk bisa mendeteksi adanya virus nipah ini, diperlukan tes real time polymerase chain reaction (RT-PCR), yaitu tes dari cairan tubuh dan deteksi antibodi melalui enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA).

Ada juga tes lain yang digunakan, seperti uji polymerase chain reaction (PCR) dan isolasi virus dengan kultur sel.


Pesan dari serangan Virus


Sedih nggak sih melihat dunia saat ini, rasanya serangan virus ada di mana-mana.
Namun, jika dipikir-pikir, semua ini juga dikarenakan oleh faktor keserakahan dan kelalaian manusia sendiri.

Waspada Virus Nipah

Bagaimana tidak, hampir seluruh fenomena yang ditimbulkan, seolah merupakan pesan dari rintihan alam yang telah disemena-menakan oleh manusia?

Pengrusakan hutan, bahkan dengan segala macam bencana, masih kurang juga mengetuk hati manusia, untuk mencintai alam.
Lalu akhirnya, muncullah hal lain yaitu merebaknya virus di mana-mana.

Selain itu, sikap kurang patuh terhadap kebersihan juga menyumbang hadirnya banyak virus belakangan ini.
Seperti munculnya virus Nipah yang mirip dengan virus Corona ini, di mana diperkirakan berawal dari dibawanya virus ini oleh kelelawar pemakan buah.
Buah tersebut, dijatuhkan ke tanah, dan disantap oleh babi peliharaan.

Ini semacam mimpi sih ya, karena mirip adegan film Contagion.

Virus Nipah ini sendiri, diduga awalnya berasal dari babi yang sakit, setelah menyantap sisa buah yang dimakan oleh kelelawar buah dari famili Pteropodidae.

Saat itu, akhirnya wabah bisa berakhir setelah mengorbankan sekitar satu juta ekor babi, dan sedihnya, jumlah orang yang meninggal akibat terjangkit virus ini mencapai ratusan orang.

Karenanya, sudah waktunya bagi kita semua, untuk lebih tenggang rasa hidup di bumi ini, di mana bumi ini bukan hanya milik manusia, tapi juga milik mahluk lainnya, yang sama-sama diciptakan Tuhan, hidup berdampingan dalam keseimbangan alam yang lebih baik.

Membiarkan dan menjaga keseimbangan alam tersebut tetap ada, sama aja dengan menyayangi diri sendiri serta anak cucu kita.

Selain itu, menjaga dan membiasakan hidup bersih itu perlu, jangan jorok-jorok, rajin cuci tangan dan menjaga kebersihan.
Agar para virus, tidak berkembang dan menjadi musuh tak terlihat bagi kita sendiri.

Demikianlah, semoga virus Nipah ini, tidak mengekor si virus Covid-19 ini, dan semoga pandemi segera berlalu, aamiin.


Sidoarjo, 28 Januari 2021

Sumber: 
  • Opini pribadi
  • https://www.klikdokter.com
Gambar: Canva edit by Rey   

6 comments for "Waspada Virus Nipah"

  1. stay safe and stay healthy ya kak :D

    ReplyDelete
  2. Nah ini dia, Mbak Rey. Beberapa hari yang lalu berita tentang virus ini muncul di google ku. Tapi gak aku buka karena belakangan ini aku lagi pengen detox tentang berita-berita gak enak. Pengennya baca yang bahagia-bahagia aja, gitu, Mbak. 🤭

    Dan ternyata virus Nipah ini bukan virus baru ya, Mbak Rey. Sudah sejak 1999 berhenti tahun 2008 dan muncul lagi sekarang.. Gejalanya mirip-mirip Corona dan tingkat kematiannya tinggi pula.. Ngeriiiii 😱

    Mana Corona belum ilang, udah muncul virus lama yang datang kembali. Semoga aja kita semua diberikan kesehatan terus ya, Mbak Reeeey. Aku pengen banget tahun 2021 ini kita bisa bebas dari pandemi.. 😭

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama say, aslinya pengennya skip, tapi pengen mengingatkan diri, agar lebih ngeh dengan kebersihan, semoga kita semua selalu dilindungi-Nya, aamiin

      Delete
  3. Aku pernah denger ttg virus ini, tp memang sudah lama Krn ini bukan virus baru. Dan berharap ga merebak ya rey :(. Ga kebayang, apalagi blm ada vaksinnya.

    Apa penularannya hanya dari babi yg terkonstaminasi ato bisa dr hewan lain? Tapi kalo dari babi, trus dimakan oleh manusia, dan si manusia terinfeksi juga dan menularkan ke orang lain, itu baru serem :(

    Kadang suatu virus berawal hanya Krn manusia rakus untuk mencoba makanan2 yg tidak seharusnya dimakan. Tapi lalu menyalahkan hewannya dan lalu dibantai :(. Sedih bacanya.

    Beberapa hari ini lagi heboh berita ttg kucing yg dibantai, untuk dijual di lapak2 yg menyediakan daging kucing dan anjing. Aku cuma berharap Tuhan ga marah lalu menciptakan virus baru utk manusia2 biadap yg melakukan itu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bangeeettt.
      Ini kan mirip dengan Corona juga kan, berawal dari kelelawar.
      Jadi kelelawar itu yang awalnya bawa virus, trus dia menjatuhkan buah yang ada liurnya, buah itu dimakan deh ama babi, lalu babinya sakit, dipotong dan dimakan manusia, ke manusia deh virusnya.

      Kalau di Sulut banyak Mba yang makan anjing dan meong, sedih rasanya bayanginnya.

      Delete