Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Mencintai Suami Orang itu Salah, Tinggalkan Semua Alasanmu!

Konten [Tampil]

mencintai suami orang

Mencintai suami orang itu salah, apapun alasannya udah, tinggalkan saja. Apalagi jika status kita sebagai single mom, duh harga diri single mom lainnya ikut dipertaruhkan karena itu. 

Ini bukan berarti, kalau lajang boleh jatuh cinta pada suami orang ya, namun status single mom atau janda ini memang amat sangat riskan di mata masyarakat.

Btw, disclaimer dulu ya, ini opini pribadi saya, bukan mutlak benar, dan cuman sharing buat pengingat diri sendiri juga. Jika bisa menginspirasi wanita lain, Alhamdulillah.


Siang tadi nggak sengaja saya menemukan curhatan seorang single mom di sebuah grup facebook. Intinya dia curhat kalau lagi jatuh cinta sama lelaki yang ternyata sudah punya istri.

Jujur ya, ini bukan sekali dua kali saya baca curhatan begini di grup tersebut, sering banget. Dan polanya sama, banyak alasan yang meskipun di awal minta dinasihatin, ujungnya penuh dengan alasan pembenaran.


Beberapa Alasan nggak masuk akal dari Single Mom yang Mencintai Suami Orang

Ketika seorang single mom (ini sengaja saya titik beratkan kepada single mom ya, demi harga diri single mom lainnya) jatuh cinta dengan lelaki yang ternyata suami orang, beragam alasan dilontarkan, di antaranya:


1. Tidak menyangka kalau lelaki itu telah beristri

Ini adalah alasan paling sering dilontarkan para single mom yang jatuh cinta ke suami orang. Katanya nggak tahu kalau lelaki itu udah punya istri, dengan alasan tambahan, penampilannya kayak seorang bujangan, atau nggak pernah ada berita kalau si lelaki itu sudah menikah atau enggak.

Ini sungguh nggak masuk akal buat saya, karena gini loh, that's why saya sengaja menitik beratkan pada kondisi single mom ya, khususnya yang cerai hidup. 

Seriuskah para single mom ini nggak punya trust issue atau semacamnya tentang pernikahannya yang gagal?.

Sudah pernah gagal, tentunya meski mungkin dalam hati, ada semacam penyesalan telah menikah dengan lelaki yang salah.

Tapi, bisa-bisanya lagi-lagi membiarkan hatinya jatuh pada seseorang tanpa kroscek terlebih dahulu?. Maksudnya, bagaimana bisa membiarkan diri jatuh ke dalam drama yang pelik tentang hati?.

Saya rasa, ini cuman alasan semata, karena sebagai single mom, khususnya cerai hidup, pastinya kan akan lebih berhati-hati lagi dalam mencari pengganti pasangan hidup.


2. Istri si lelaki tidak meyakinkan

Alasan pertama biasanya sudah tidak meyakinkan, ditambah lagi dengan alasan berikutnya, yang sebenarnya makin tidak masuk akal.

Misal, ketika akhirnya tahu kalau si lelaki udah punya istri, dan ternyata istrinya di matanya biasa saja, entah lebih tua, atau merasa dirinya lebih cantik. Langsung beralasan kalau istrinya tidak meyakinkan.

Wowwww, ini mah alasannya sudah makin ngaco sih ya, selain menyombongkan diri bahwa merasa dirinya lebih cantik, dan menyimpulkan bahwa istri si lelaki tidak pantas berpasangan dengan si lelaki.

Jujur saya cuman bisa ternganga membaca alasan seperti ini, karena sudah nyata-nyata bisa terlihat, bagaimana aura-aura 'nggak peduli meski itu suami orang'.

Padahal ya, ketika alasan poin satu dilontarkan, bahwa dia tidak tahu kalau lelaki itu telah beristri. Lalu akhirnya tahu dan sadar kalau lelaki itu beristri. Seharusnya kan langkah selanjutnya adalah, mundur dan menjauh. Bukannya ngasih alasan-alasan yang ingin mendapatkan pembenaran atas sikapnya mencintai suami orang itu.


3. Si lelaki itu sangat ramah dan baik

Yaelaaahhh, apakah semua lelaki beristri harus bermuka masam dengan wanita lain, apakah kita sebagai wanita yang tidak bisa mengendalikan hati sendiri, menjadi tanggung jawab suami orang?.

Cukupkan dengan pengalaman kegagalan dalam pernikahan sebelumnya. Bukankah awalnya dulu, mantan suami pernah jadi lelaki yang luar biasa manis, lalu berubah jadi rubah setelahnya.

Bagaimana bisa hanya dengan satu keramahan lelaki, membuat kita membiarkan diri terjatuh dalam drama perasaan yang menyiksa.

Lalu, apa gunanya cerai sebelumnya, kalau setelah cerai dengan alasan ingin bahagia, lah berikutnya mengundang drama lagi ke kehidupan sendiri.


4. Sudah tahu mencintai suami orang itu salah, tapi masih terus dibahas

Sebagai single mom, tentunya pengalaman kegagalan akan memperkaya kehidupan dan cara berpikir kita kan. Kita pasti sudah mengerti bahwa bagaimana cara menyetop hal salah.

Sama kayak kita buru-buru ke pengadilan agama, menggugat cerai suami yang tidak bertanggung jawab dalam pikiran kita itu. Lalu, mengapa cara itu tidak dipakai untuk masalah hati kepincut suami orang?

Ya udah, kan akhirnya udah tahu tuh kalau itu suami orang, maka langkah selanjutnya kan, ya udah stop. Jangan biarkan hati kepincut terlalu dalam.

Bukan apa-apa nih, kasian harga diri single mom lainnya ikut tercoreng karena kelakuan satu single mom, yang katanya cerai buat untuk meng-cut hubungan toksik, eh abis itu kita yang jadi biang toksiknya.

 

5. Kalaupun perasaan diteruskan, dan suami orang berhasil direbut, tidak menjamin hidup bahagia kan?

Okelah, mungkin sebagian single mom yang nggak bisa mengendalikan hatinya, akhirnya meneruskan perasaan itu, sampai akhirnya berhasil merebut suami orang itu.

Apakah hal itu menjamin kebahagiaan kita?.

Jangan lupa, di pernikahan pertama mungkin dimulai dengan cara yang sangat baik, kenyataannya berakhir dengan buruk. Lalu, bagaimana bisa kita mengizinkan diri untuk memulai hubungan yang salah, lalu berharap akan happily ever lasting gitu?.   

Yang ada, mantan suami akan terbahak, melihat sikap kita dan mulai menganggap, kalau kitalah penyebab kegagalan pernikahan dulu.


Mencintai Suami Orang itu Salah, Tinggalkan Semua Alasanmu!  

Ya sudah lah ya Moms, anak kecil juga tahu bagaimana salahnya mencintai lelaki yang sudah punya istri, apapun alasannya.

alasan mencintai suami orang

Bahkan, wanita-wanita yang masih single, yang belum pernah menikah, belum pernah punya pengalaman gagal dalam menikah, tau bagaimana memulai hubungan pernikahan yang lebih baik dan benar.

Apalagi seorang single mom atau janda khususnya yang cerai hidup yang biasanya dikarenakan permasalahan perselingkuhan atau orang ketiga.

Jadi, seharusnya udah tahu, kalau itu salah.

Bahkan ketika ada lelaki yang ramah ke kita, seharusnya udah punya insting tajam, mengerti bahwa semua lelaki itu baik karena ada maunya.   

Karenanya, ketika ada lelaki mendekat, segeralah kroscek statusnya, sehingga tidak membiarkan hati terjatuh lebih dalam, lalu sulit untuk bangkit kembali

Selalu bersikap waspada akan semua niat lelaki yang mendekat, sehingga hidup lebih berkualitas, tanpa drama perasaan yang seharusnya sih, sebagai wanita dewasa kita sudah bisa mengendalikannya.

So, ketika merasa jatuh cinta kepada lelaki beristri, apapun alasannya, segera tinggalkan semua alasan. Dan menjauhlah, demi harga diri dan masa depan yang lebih baik.

Siapa tahu, bertemu dengan lelaki yang salah itu, menjadi sebuah pembuka jalan bagi kita bertemu the real jodoh yang terbaik buat kita sampai jannah.

Gimana bisa bertemu jodoh terbaik, kalau kita masih membiarkan hati kita terjajah oleh perasaan yang salah, yang kita pasti tahu persis kalau ending-nya nggak akan baik-baik saja.

Jadi, tinggalkan saja semua alasan, just go dan cintai dirimu dan harga dirimu dengan baik. Karena mencintai suami orang itu salah, apapun alasannya. 


Surabaya, 05 April 2024

#FridayMarriage

2 comments for "Mencintai Suami Orang itu Salah, Tinggalkan Semua Alasanmu!"

  1. Based on experience saat kita suka suami orang itu sebetulnya dilandasi nafsu kak untuk awalan, dan selanjutnya kalau hubungan makin mendalam barulah timbul cinta. Tapi diawal aja udah salah jalan, tertarik sama pasangan orang, kalau diterusin ya hubungannya akan rumit ya karena terasa menyenangkannya tuh di awalan, selanjutnya pasti akan terasa konflik konflik lucunya.

    Baiknya saat diawal udah sadar tertarik sama suami orang, pikiran juga harus sadar kalo hal itu bukan perasaan yang baik, melainkan nafsu. Kalau pikiran udah sadar, seharusnya sadar diri juga untuk berhenti ngelanjutin perasaan dan hubungan itu. Kalau salah satu pasif, suami orang pun akan tahu diri juga dan balik kanan fokus ke istri dan keluarga dirumah pastinya^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah saya baru ngeh kalau ada yang suka sama suami orang karena nafsu, ini maksudnya nggak selalu karena nafsu anu-anu kan, bisa juga nafsu ingin dekat aja?
      Kalau yang saya ketahui, orang suka sama suami orang tuh biasanya karena nyaman. Biasanya bermula dari seringnya interaksi :)

      Delete