Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Adik Dayyan Pakai Kacamata Lensa Silinder Di Usia 8 Tahunan

Konten [Tampil]

anak pakai kacamata silinder

Kemarin sore, saya dan si Adik Dayyan ke Optik Melawai di Lippo Plaza Baubau. Kami datang untuk mengambil pesanan kacamata yang sudah dipesan sejak tanggal 5 Maret lalu, dan Alhamdulillah tanggal 14 sudah sampai.

Dan nggak menunggu lama, si Adik akhirnya sudah bisa memakai kacamata pesanannya. Sebuah kacamata dengan lensa  silinder 3.5 dan 2.5, dengan frame ukuran sedang berwarna red and grey

Kacamata tersebut segera dipakai, dan Alhamdulilllah nyaman-nyaman saja, nggak ada keluhan pusing atau mual. Bersyukur banget sih, karena sebelumnya yang saya takutkan adalah, si Adik nggak kuat make kacamata tersebut, karena ketika nyobain lensa silinder di Optik Internasional Baubau, dia merasa sangat mual.

Padahal, oleh dokter si Adik diminta untuk mengenakan kacamata tersebut tanpa  henti, hanya boleh dilepas pas mandi atau tidur saja.

Dan begitulah, perjalanan si Adik menggunakan kacamata dimulai.

Baca juga : Pertama Kali Memakai Kacamata Minus


Cerita Si Adik Didiagnosa Punya Masalah Mata Silinder

Seperti yang sudah saya ceritakan di postingan sebelumnya, si Adik memang awalnya punya masalah penglihatan yang lebih dulu diketahui oleh gurunya.

Saya lalu mendapatkan pemberitahuan, bahwa si Adik sering kesulitan melihat tulisan di papan tulis. Berdasarkan pemberitahuan tersebut, saya mengajak Adik untuk periksa mata di optik.

Awalnya kami ke optik Melawai dan setelah dicek dengan detail, ternyata menurut hasil pemeriksaan mereka, mata si Adik - 0.25 dan -1.25 dan ada juga silindernya.

Namun mereka tak berani langsung memberikan kacamata, dan menyarankan untuk ke dokter mata dulu. 

Akan tetapi karena keterbatasan dana, saya belum berani ke dokter mata, dan mencari opsi lain periksa di optik Internasional. Ternyata di optik Internasional, ukuran mata si Adik malah berbeda jauh dengan di optik Melawai.

Baca juga : Pengalaman Periksa Mata Anak di Optik Melawai dan Optik Internasional Baubau

Karena bingung, akhirnya saya putuskan ke dokter mata saja, dan sengaja memilih klinik agar lebih murah. Ternyata, hasilnya malah bikin semakin bete.

Si Adik didiagnosa mata malas dan disuruh segera ke Makassar secara asal. Galaulah saya minta ampun, karena nggak punya uang, BPJS bermasalah dan ditambah harus mikirin semua masalah tersebut sendirian.

Baca juga : Drama Adik Dayyan Didiagnosa Mata Malas

Setelah exhale inhale dengan istigfar, akhirnya saya punya ide untuk mencari second opinion ke dokter mata lain di RS Siloam Baubau.

Dan Alhamdulillah, setelah konsultasi dan diperiksa oleh dr. Yosylina Pramudya Wardhani, Sp.M, diputuskan untuk dibenerin dulu masalah silinder pada matanya. Karena ternyata masalah mata si Adik tuh karena minus dan silinder. Namun silindernya jauh lebih tinggi.  

mata silinder pada anak

Demikianlah, setelah mendapatkan resep dari dokter Yosy, akhirnya saya putuskan memesan kacamata dengan ukuran sesuai resep di optik Melawai. Dan begitulah awal mula ceritanya si Adik mengenakan kacamata lensa silinder. 

Baca juga : Pengalaman Konsultasi dan Periksa Mata Anak di RS Siloam Baubau


Mengenal Mata Silinder Pada Anak Usia 8 tahunan


Apa itu Mata Silinder Pada Anak

Mata silinder atau astigmatisme pada anak adalah gangguan penglihatan dikarenakan bentuk kornea atau lensa mata yang tidak rata/lonjong atau tidak bulat sempurna. Hal ini menyebabkan pandangan berbayang atau kabur pada jarak dekat maupun jauh. 

Kondisi ini sering terjadi, biasanya karena bawaan lahir/genetik, dan dapat ditangani dengan kacamata khusus / lensa silinder.

astigmatisme biasanya terjadi pada bayi, namun seringnya hilang dengan sendirinya saat berusia satu tahun. Mata silinder juga sering terjadi pada anak-anak dengan miopia (rabun jauh) atau hiperopia (rabun dekat).

Akan tetapi, anak yang menderita mata silinder tak menyadarinya, karena pengetahuan anak mengenai benda belum sempurna. Karena itu anak dengan astigmatisme yang tidak terdiagnosis, mengalami kesulitan di sekolah. 

Kondisi ini sering disalahkartikan guru atau parents sebagai tanda ketidakmampuan anak dalam belajar. Oleh karenanya, anak-anak perlu menjalani pemeriksaan mata rutin. Dan seharusnya dimulai saat masih bayi atau selama masa sekolah.


Penyebab Mata Silinder Pada Anak

Anak berkacamata pasti karena kebanyakan main HP!. Enggak mesti ya!. Nyatanya ada beberapa hal penyebab mata silinder pada anak, di antaranya:


1. Faktor genetik

Faktor genetik selalu menjadi peran penting dalam risiko mata silinder pada anak. Di mana bila salah satu bahkan kedua parents memiliki astigmatisme, maka anak juga berisiko terkena mata silinder. 


2. Cedera mata 

Cedera mata pada anak juga bisa menjadi penyebab mata silinder. Misal cedera akibat pukulan atau luka tembus pada kornea, yang mengakibatkan kornea tidak berbentuk dan menyebabkan astigmatisme


3. Kondisi Bawaan Lahir

Ada pula karena kondisi bayi yang terlahir dengan bentuk kornea tidak sempurna. Termasuk yang mengalami gangguan perkembangan mata selama masa kanak-kanak, sehingga menjadi mata silinder pada anak. 


4. Kondisi medis

Penyakit mata seperti keratoconus atau penipisan dan penonjolan kornea secara progresif. Atau katarak juga bisa menjadi penyebab mata silinder pada anak. 


Dari semua faktor di atas, untuk kasus si Adik, sepertinya dia menderita mata silinder karena genetik. Karena saudara papinya, banyak yang berkacamata tebal.


Gejala Mata Silinder Pada Anak

Adapun beberapa gejala yang terlihat pada anak yang menderita mata silinder, berupa:


1. Anak Sering Menyipitkan Mata dan Memiringkan Kepala

Biasanya untuk mencoba memfokuskan penglihatannya, anak akan sering menyipitkan mata secara otomatis. Bahkan kadang akan memiringkan kepalanya untuk lebih jelasnya.


2. Anak Mengalami Ketegangan pada Mata

Karena mata anak bekerja lebih keras untuk bisa melihat dengan baik, sehingga seringnya mengalami ketegangan pada matanya.


3. Sering Sakit Kepala

Pada kasus mata silinder yang parah, anak jadi sering mengalami sakit kepala. Hal ini dikarenakan mata yang lelah ketika berusaha untuk bisa melihat objek dengan jelas.


4. Sering Mengucek Mata Meski Tidak Mengantuk

Anak yang terlalu sering mengucek matanya, bahkan ketika tidak mengantuk, bisa menjadi gejala mata silinder. Hal ini dikarenakan adanya ketidaknyamanan atau ketegangan pada mata.


5. Mata Anak Sering Berair atau Lelah

Mata anak jadi mudah lelah saat melihat, karena mata bekerja lebih keras dari biasanya.


6. Anak Menghindari Aktivitas yang Memerlukan Fokus pada Penglihatan

Anak yang kesulitan melihat objek jarak jauh akan cenderung menghindari aktivitas yang membutuhkan fokus visual. Bahkan untuk membaca tulisananak harus mendekatkan tulisan tersebut ke matanya.


7. Anak Tidak Nyaman Saat Membaca dengan Jarak Lebih Jauh

Anak yang mengalami mata silinder, lengkungan pada lensa mata tidak terbentuk dengan sempurna, sehingga anak merasa tidak nyaman saat mencoba membaca dengan jarak yang lebih jauh. 


Dari semua gejala tersebut, yang terlihat pada si Adik adalah sering menyipitkan mata ketika melihat sesuatu, sering mengucek matanya dan tak nyaman saat membaca jarak jauh, sehingga dia sering memajukan objek baca ke matanya. 


Penanganan Mata Silinder Pada Anak Usia 8 Tahun

Dari berbagai artikel yang saya baca, diketahui bahwa ,

Cara terbaik menangani mata silinder pada anak adalah dengan menggunakan kacamata lensa silinder yang sesuai dengan hasil pemeriksaan dokter mata.

dayyan pakai kacamata silinder

Selain itu, bisa juga dengan lensa kontak yang ukuran dan karakteristiknya sesuai dengan kacamatanya.

Tindakan operasi juga dapat menjadi pilihan, agar bisa memperbaiki kelengkungan kornea mata anak. Bisa dengan operasi Laser in Situ Keratomileusis (LASIK), dan juga operasi Photorefractive Keratectomy (PRK).

Operasi ini disebut dengan bedah refraktif lasik, yaitu dengan cara mengubah kelengkungan mata yang tidak rata menjadi rata.


Kesimpulan dan Penutup

Akhirnya si Adik Dayyan memakai kacamata lensa silinder, setelah perjalanan panjang dan bikin emosi naik turun. Mulai dari hasil pemeriksaan yang berbeda-beda, diagnosa yang sempat membuat panik, sampai akhirnya menemukan dokter yang memberikan penjelasan lebih tenang dan masuk akal.

Pengalaman ini penting buat saya sebagai parent karena masalah penglihatan anak memang tidak boleh dianggap sepele. 

Anak sering kali tidak sadar kalau penglihatannya bermasalah, karena bagi mereka dunia memang terlihat seperti itu sejak awal. Makanya ketika guru memberi masukan atau pemberitahuan, atau kita melihat tanda-tanda kecil seperti anak sering menyipitkan mata atau mendekatkan buku, sebaiknya segera bawa anak periksa ke dokter mata.

Karena dengan penanganan yang tepat, kondisi seperti mata silinder pada anak bisa ditangani segera. Seperti dalam kasus si Adik, langkah pertama yang harus dilakukan adalah menggunakan kacamata dengan ukuran yang sesuai dengan resep dokter.

Sekarang si Adik Dayyan menjalani masa beradaptasi dengan kacamata barunya. Dan sebagai parent, tugas saya memastikan dia nyaman memakainya setiap hari, sekaligus mengingatkannya dengan sabar ketika dia lupa atau malas memakainya.

Semoga dengan kacamata ini, penglihatan si Adik bisa jauh lebih jelas, proses belajarnya di sekolah jadi lebih nyaman, dan yang paling penting kondisi matanya bisa terjaga dengan baik.

Demikianlah cerita si Adik Dayyan yang memakai kacamata lensa silinder di usia 8 tahunan. Ada yang punya pengalaman serupa?.

 

Baubau, 15-03-2026

Referensi:

  • https://www.klikdokter.com/info-sehat/mata/mata-silinder-pada-anak-bagaimana-menanganinya diakses 15-03-2026
  • https://hellosehat.com/parenting/kesehatan-anak/penyakit-pada-anak/penyebab-mata-silinder-pada-anak/ diakses 15-03-2026
  • https://kmu.id/mata-silinder-pada-anak-bagaimana-cara-mengatasinya/  diakses 15-03-2026

Post a Comment for "Adik Dayyan Pakai Kacamata Lensa Silinder Di Usia 8 Tahunan"