Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Jangan Mengajari Ibu tentang Pengasuhan Anaknya, Hanya Dalam Sekali Pandangan

pola pengasuhan tiap ibu terhadap anaknya

Parenting By Rey - Jangan mengajari ibu tentang bagaimana mengasuh atau pengasuhan anaknya, hanya dalam sekali pandangan.

Sebuah judul yang panjang dan aneh ya, tapi saya bingung mencari judul yang tepat untuk kondisi yang saya alami ketika mudik bulan lalu.

Iya, bisa dikatakan, selama mudik kemaren, saya mengalami banyak pengalaman dalam situasi yang enggak nyaman, yang biasanya saya cuman baca di tulisan-tulisan kontroversial di grup facebook KBM.

Salah satunya adalah, menghadapi celutukan orang lain, yang kebanyakan ibu-ibu, yang asal berkomentar ketika melihat anak kita.

Well, saya sangat paham, bahwa yang berkomentar itu, sama sekali nggak bermaksud buruk, menghakimi atau semacamnya.
Tapi, ketika dilontarkan di kondisi yang kurang tepat, hasilnya pengen keluar tanduk juga dengarnya, hahaha.

Gimana nggak mau keluar tanduk ya, dengarnya tuh pas saya lagi sibuk disuruh ini itu oleh kakak atau lainnya.
Pas capek banget, pas gerah banget.

Lalu, anak-anak berantem jejeritan mulu, lari-larian sampai nabrak ini itu, alhasil mau nggak mau saya mintain tolong si nanny.
Itu tuh, the best nanny ever buat saya.
Si HP, hahaha.

Setelah dikasih HP dan memang sengaja saya instalin game offline biar dia agak tenang dan nggak bosan, si adik khususnya jadi agak tenang karena sibuk main game.

Lalu, tiba-tiba ada tamu yang datang, melihat si adik sedang tenang dan asyik main game di HP, seketika si tamu nyelutuk histeris.
"Ih, jangan dibiarkan anakmu main hape terus, kasian matanya itu bisa rusak!"
Saya yang sedang bermandikan peluh cuman bisa tersenyum di manis-maniskan, semakin ditambah ceramah tentang main gadget-nya, semakin lebar senyum saya, meski saya yakin, lebarnya itu kecut, hahahaha.


Setiap Ibu Punya Pola Pengasuhan Yang Paling Baik Sesuai Kondisinya


Salah satu hal yang saya pelajari sejak menjadi ibu rumah tangga yang mengasuh dan mengurus anak-anak saya sorang diri selama bertahun-tahun adalah, saya meyakini setiap ibu punya pola pengasuhan terbaik untuk anaknya, karena tentu saja semua pola pengasuhan itu disesuaikan dengan kondisi masing-masing.

Sejatinya, orang lain bisa menahan diri untuk mencampuri pola pengasuhan seorang ibu terhadap anaknya.
Biarpun keluarga, misal orang tua atau mertua, jika memang tidak bisa turut andil dalam pola pengasuhan secara langsung, ada baiknya untuk tidak terlalu mencampuri atau mengubah, apalagi memaksakan pola pengasuhan yang menurutnya benar.

Kalaupun ingin menasihati, ada cara yang lebih baik, serta tentu saja melihat kondisi sang ibu terlebih dahulu.
Karena, boro-boro sang ibu merasa berterimakasih atas nasihat atau ilmunya, yang ada sang ibu semakin kesal, masih capek mengasuh anak-anak yang aktif dan rewel minta ampun seorang diri, eh orang lain datang-datang cuman komentar doang.

Nggak di kruwes lambe-nya aja itu udah mending deh, hahahaha.

Dengan banyaknya info pola pengasuhan yang bisa diakses di zaman now, bahkan di beberapa platform juga dibagikan ilmu-ilmu tentang pola pengasuhan yang benar menurut para pakar.
Bahkan dengan hal demikianpun, kadang malah bikin para ibu jadi semakin stres buat ngikutinnya.

Apalagi, dicekokin dengan pola pengasuhan, yang seringnya hanya berlandaskan mitos yang dibikin fakta, saking udah melekat bertahun-tahun, dan bercampur dengan budaya kental setiap daerah.

Kenyataannya, para ibu seringnya berusaha untuk lebih cerdas, meniru pola pengasuhan modern yang terbukti secara ilmiah, bukannya mitos semata.
Namun, semuanya juga dibatasi oleh kondisi dan kemampuan masing-masing ibu.

That's why, setiap ibu tuh udah punya pola pengasuhan yang terbaik untuk anak-anaknya, yang mana semua hal itu udah disesuaikan dengan kondisi masing-masing, berbanding dengan kesehatan mental ibu masing-masing.

Karenanya juga, jangan heran jika kita melihat si ibu A membolehkan anak-anaknya main game di HP atau nonton Youtube, si ibu B enggak boleh sama sekali.
Si ibu C membebaskan anak-anaknya makan dan minum apapun termasuk jenis makanan yang kurang tercukupi nutrisinya.
Dan mungkin si ibu D sangat menjaga pola makanan anaknya, dengan alasan membiasakan gaya hidup sehat.

Semuanya oke-oke saja, orang anak-anaknya sendiri.
Kalau mau protes, silahkan deh bantuin sekalian, jangan omdo, hahaha.

Mungkin orang awam akan melihatnya, ih si ibu A mah, nggak sayang anak, nggak tahu apa kalau game di HP itu buruk buat kesehatan mata anak dan psikolog anak?
Udah deh, ibunya juga bisa jadi udah lebih tau kok, hanya saja kondisinya yang mengharuskan bahwa sesekali si game HP is te best nanny ever, gimana?

Demikian juga si ibu B yang terlihat begitu disiplin memberikan peraturan bahwa gadget adalah a big NO buat anak-anak.
Mungkin saja si ibu memang menjadikan anak sebagai prioritas dari hidupnya, dan menciptakan anak-anak dengan habit yang positif adalah target utamanya.
Ya biarin aja dong, toh juga nggak merugikan orang lain kan ye.


Hormati dan Beri Penghargaan untuk Pola Asuh Setiap Ibu


Yup, menurut saya, hal terbijak yang bisa kita lakukan, terhadap pola pengasuhan setiap ibu adalah, dengan menghormati pola pengasuhannya, meskipun mungkin polanya sangat berbeda dengan pola yang kita terapkan pada anak kita, dan yakini paling benar.

pola pengasuhan tiap ibu

Biarkanlah setiap ibu menerapkan pola pengasuhannya masing-masing, hormati dengan membiarkan hal tersebut dia terapkan ke anaknya, even di manapun.
Kalau perlu berilah sang ibu sebuah pujian sebagai penghargaan atas semua upayanya mengasuh anaknya sebaik mungkin.

Kalau terlalu sulit untuk memuji, diam adalah sebuah hal yang paling bijak.

Tak perlu protes, apalagi mengajarinya ini itu.
Bahkan, untuk menceritakan pola pengasuhan anak kita yang berbeda dengan pola pengasuhan sang ibu, carilah juga waktu yang tepat, karena biar gimanapun, itu sama aja membandingkan dan mengatakan secara tidak langsung, kalau pola kita benar, pola pengasuhan ibu lainnya salah,

Selain itu, janganlah sekali melihat sesuatu yang diperbuat anak-anak lainnya, membuat kita gatal untuk komentar mengajari.
Karena belum tentu juga selamanya seperti itu, bisa jadi seperti itu hanya karena kondisi saat itu.

Seperti si adik yang keasyikan main game HP, lalu dipikir si adik keseringan main game di HP.
Padahal ya, boro-boro main di HP, pegang HP buat buka aplikasi game edukasi anak seperti Khan Kids buat si adik, dan aplikasi Gramedia Digital buat si kakak,semua itu ada jadwal dan waktu tersendiri.

Apalagi main game di HP.
Manalah ada aplikasi game di HP anak-anak, kemaren tuh saya install karena mudik di rumah neneknya dan nggak ada sinyal internet yang stabil di sana.

Jadilah anak-anak terpaksa ditenangkan pakai aplikasi game offline di HP, yang memang banyak tersimpan di memori card HP tersebut, tapi sebelumnya nggak diinstal.

Atau seperti momen saya kena tegur beberapa ibu, karena di waktu malam tahlilan 7 malam almarhum bapak, saya sibuk membantu kakak dan mama, lalu anak-anak terabaikan, lalu si adik keluar pagar dan jalan sendiri jauh dari rumah, untungnya diliat tetangga dan langsung diajak pulang, kalau enggak entah ngilang ke mana tuh si adik.

Saya kena tegur dong.
Semacam saya nggak peduli anak, hanya peduli acara tersebut.

Sedikit bete juga deh kemaren, karena plis lah, saya juga nggak suka acara repot kayak gitu.
Daripada rempong di dapur, mending deh saya ngaji buat almarhum bapak, lebih dibutuhin tuh sama bapak di alam kubur.

Sayangnya, adat istiadat setiap daerah memang sulit diabaikan, terlebih kalau udah bawa nama baik keluarga.
Jadilah semua orang rempong kerjain makanan, sampai anak-anak terlantar begitu saja, dan maminya juga yang kena tegur.

Demikianlah.


Sumber: pengalaman dan opini pribadi
Gambar: Canva edit by Rey 

2 comments for "Jangan Mengajari Ibu tentang Pengasuhan Anaknya, Hanya Dalam Sekali Pandangan"

  1. aku sendiri sekarang banyak mengamati para moms mbak
    ibu A ternyata kalau mendidik anaknya waktu kecil begini, ibu B ternyata lemah lembut dengan cara yang berbeda
    dan pas aku ketemu lagi mereka udah agak gede, kayaknya memang sedikit berpengaruh ke cara bertinda si anak ketiaka berhadapan dengan orang lain.
    tiap ibu pasti punya cara tersendiri yang menurut mereka terbaik, karena ada juga anak yang memang agak susah kalau dinasehati

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul banget, kita nggak bisa maksain pola asuh kita ke semua ibu, karena kondisinya pasti beda:)

      Delete