Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Waspadai Varian Covid Delta Yang Lebih Mudah Menyerang Anak-Anak

Varian Covid Delta Yang Lebih Mudah Menyerang Anak-Anak

Parenting By Rey - Varian Covid Delta yang awalnya ditemukan di India, belakangan ini mulai menyerang Indonesia.

Dan lebih menakutkan lagi, virus corona varian delta atau B.1.617.2 ini diketahui lebih berbahaya, karena jauh lebih mudah menular, dan lebih mudah menyerang anak-anak.

Parno nggak sih?
Kenyataan tentang Covid-19 yang awal aja, udah bikin banyak orang termasuk saya parno, sampai sebagian orang mengalami psikosomatis termasuk saya, padahal di awal-awal dahulu, yang lebih dikhawatirkan adalah para manula.

Hal itu membuat saya lebih tenang, karena kami memang membatasi banget bertemu orang tua selama masa pandemi ini.

Lalu, kali ini dikabarkan sangat menular dan rentan menyerang anak-anak.
Bahkan menurut beberapa sumber berita terpercaya, disebutkan ada 1 anak di antara 8 kasus positif covid-19.

Makin parno deh jadinya, meski syukurnya, kalau baca-baca berita, di Surabaya maupun sekitarnya, belum terlalu heboh tentang penularan varian covid delta terhadap anak.


Tentang Varian Covid Delta atau B.1.617.2 


Varian virus corona baru, yang kini tengah diwaspadai di berbagai belahan dunia adalah, varian Delta atau B.1.167.2.
Varian Covid Delta ini, yang menjadi penyebab ledakan penularan tak terhingga di India.

apa itu virus corona varian delta
Sumber: kompas.com

Varian covid delta ini merupakan salah satu varian yang dianggap sangat mengkhawatirkan, oleh badan kesehatan dunia, WHO.
Dan kemudian dilabeli sebagai Variant of Concern (VOC), pada 10 Mei 2021. 

Adapun varian Delta ini, diidentifikasi sebagai B.1.167.2, yang merupakan 1 dari 3 turunan B.1.167. Menurut CDC Amerika Serikat, varian Delta pertama kali terdeteksi di India pada bulan Desember 2020, dan hingga tanggal 16 Juni 2021, WHO telah mengonfirmasi varian Delta yang telah menyebar di sekitar 80 negara.

Yang harus diwaspadai adalah, menurut beberapa penelitian, varian covid delta ini lebih mudah ditularkan atau ditransmisikan 60 persen dibandingkan dengan strain Alpha yang pertama teridentifikasi di Inggris. 

Sementara itu, strain Alpha sendiri juga tergolong lebih mudah menular, dibandingkan dengan strain asli dari corona baru, yang ditemukan di Wuhan, China, pada akhir tahun 2019 lalu.

Di Indonesia sendiri, varian covid delta ini telah masuk sejak tanggal 3 Mei 2021 lalu.
Dan menurut Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, varian Delta kini mendominasi di sejumlah wilayah di Indonesia, dan mengakibatkan lonjakan kasus Covid-19. 

Adapun tiga wilayah yang jadi perhatian penuh adalah DKI Jakarta, Kabupaten Kudus, dan Kabupaten Bangkalan. 


Gejala Varian Covid Delta atau B.1.617.2 


Adapun gejala yang ditimbulkan pada manusia yang terjangkit varian covid delta, sedikit berbeda dengan gejala covid biasa.

Jika covid biasa, penderita akan merasakan gejala seperti sesak napas, batuk, dan kehilangan kemampuan penciuman.
Namun untuk gejala penderita varian covid delta adalah, berupa sakit kepala, sakit tenggorokan, pilek, dan demam.

Sementara itu, dari berbagai berita yang saya baca, laporan-laporan tentang penderita covid dengan gejala seperti dahulu, semakin sedikit dilaporkan.

Duh, ini kapan berakhir ya KO si virusnya, hiks.


Fakta yang Harus Diwaspadai tentang Varian Covid Delta


Meski menghadapi lonjakan penyakit menular seperti covid ini dibutuhkan ketenangan, agar bisa lebih maksimal menerapkan protokol kesehatan di manapun kita berada, namun bukan berarti kita lengah, karena ada beberapa fakta yang harus diwaspadai dari varian covid delta, di antaranya:

1. Lebih mudah menular dan bikin lebih sakit serta cepat memburuk 


Seperti yang telah kita ketahui, bahwa varian covid delta inilah yang menjadi biang kerok melonjaknya penyebaran positif covid di India.

Karena, memang diketahui bahwa varian ini lebih mudah menular, bahkan berkali-kali lipat dari penularan covid-19 awalnya.

Oleh karena itu, di beberapa daerah yang telah terkonfirmasi ditemukan lonjakan varian covid delta ini, seperti Jakarta, Kudus dan Bangkalan (astagaaa, Bangkalan kan dekat Surabaya, hiks), disarankan untuk lebih patuh pada protokol kesehatan, dan kalau perlu wajib menggunakan double masker yang dianjurkan oleh WHO.

Selain lebih mudah menular, gejala yang dirasakan penderitapun juga lebih parah dari gejala covid biasa, bahkan beberapa sumber melaporkan bahwa varian covid delta ini juga menyebabkan penderita kehilangan pendengaran.

Lalu, gejala-gejala yang dirasakan oleh penderita, lebih cepat menurun kondisinya dan tentu saja membahayakan nyawa penderita, serta mengancam lonjakan pasien di banyak rumah sakit.


2. Bahaya bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan anak-anak 


Selain cepat menular dan memburuk keadaan penderita varian covid delta ini, juga menurut Ketua Umum PB IDI Daeng Muhammad Faqih, mengingatkan bahwa potensi bahaya varian delta virus corona terhadap anak-anak, ibu hamil dan ibu menyusui. 

Hal ini disebabkan karena, varian mutasi ganda dari India ini sudah banyak menular kepada warga berusia muda, sangat berbeda dengan varian covid-19 terdahulu, which is lebih sering menulari dengan gejala ringan hingga berat pada orang dewasa hingga lansia. 

Menurut Daeng, ibu hamil yang terinfeksi covid varian delta ini, akan berpengaruh terhadap janin. 
Dan juga untuk  ibu menyusui, berpengaruh kepada anaknya. 
Hubungan keduanya tersebut bisa membuat penularan di antara ibu da anak.


3. Banyak serang orang berusia muda, termasuk anak-anak 


Menurut Ketua Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Prof. Dr. dr. Aman Bhakti Pulungan, Sp.A, kasus Covid-19 pada anak di Indonesia sekitar 11-12 persen. 

kasus covid-19 pada anak di indonesia
Sumber: kompas.com

Hal ini tentu saja menjadi sebuah fakta menyedihkan, karena termasuk kasus Covid-19 anak yang tertinggi di dunia. 

Jumlah kematian anak balita selama pandemi juga meningkat hampir 50 persen. 
Ada sekitar 1.000 kematian anak di Indonesia setiap minggunya.

Berdasarkan data resmi yang diumumkan oleh Pemerintah Indonesia, hingga hari Senin, 14 Juni 2021 pagi, ada lebih dari 1,9 juta kasus positif Covid-19 di Tanah Air dengan jumlah kematian 52.879 jiwa. 

Sebuah jumlah yang mencengankan, karena terbanyak di ASEAN. 
Jika seandainya 11-12 persen dari jumlah tersebut adalah kasus Covid-19 pada anak, maka ada sekitar 210.000-230.000 kasus Covid-19 pada anak. 

Akan tetapi, dari data yang dikumpulkan oleh seluruh ketua cabang IDAI di Indonesia setiap minggunya, yang dilaporkan oleh dokter anak yang merawat dan mencari datanya, tercatat hanya ada 113.000 kasus Covid-19 pada anak di Tanah Air.
Yang berarti ada banyak yang tidak melaporkan kasus kematian covid-19 pada anak.

Serem banget ya Parents, so mari deh kita lebih peduli lagi dengan patuh protokol kesehatan, serta menjaga agar anak-anak jangan sampai tertular virus varian covid delta ini.


Cara Mencegah Anak Terpapar Varian Covid Delta

 
Sebagai seorang ibu, segalak apapun, yang namanya kesehatan anak adalah hal yang paling utama.
Karenanya, mencegah anak-anak terpapar varian covid delta yang mengkhawatirkan sekarang, amatlah sangat penting.

Waspadai Varian Covid Delta

Setidaknya, ada beberapa cara yang bisa kita lakukan, agar dapat mencegah anak-anak terpapar virus corona varian delta, yaitu:


1. Pemenuhan nutrisi yang seimbang


Pemenuhan makronutrien (karbohidrat, protein, dan lemak) dan mikronutrien (vitamin dan mineral) yang seimbang, sangat penting khususnya di masa pandemi dan bertambahnya dengan menyebarnya virus varian covid delta ini.

Namun, akan lebih baik jika kita bisa memastikan bahwa anak atau si kecil mengonsumsi makanan alami dibandingkan dengan berbagai suplemen, terlebih jika memang anak sehat.

Selain itu, pada anak di bawah usia 6 bulan, sebaiknya diusahakan berikan ASI Eksklusif, karena komposisinya yang sangat sempurna, dibanding apapun. 

Jangan lupa juga untuk memberikan MPASI dengan benar, mengurangi makanan dengan proses yang panjang hingga merusak nutrisinya, dan sebisanya hindari pemakaian penyedap rasa, pemanis serta pewarna yang berlebihan.


2. Pastikan istirahat yang cukup


Untuk bayi sebaiknuya memerlukan waktu tidur hingga 16 jam sehari, sedangkan balita sekitar 11-14 jam, dan anak-anak prasekolah membutuhkan 10-13 jam. 

Jika waktu tidur anak kurang, maka hal itu akan membatasi kemampuan tubuh untuk menghasilkan protein yang disebut sitokin, yang mana protein ini dapat membantu melawan infeksi, maupun mengurangi peradangan. 


3. Hindari paparan rokok 


Ini sih udah jelas ya, nggak ada virus aja sebaiknya hindari anak dari asap rokok, apalagi di masa sekarang yang beneran mengkhawatirkan.


4. Lengkapi imunisasi sesuai usia 


Meskipun sedang pandemi, namun jangan sampai lupa untuk melengkapi imunisasi anak sesuai dengan usianya ya.
Karena hal itu sangat membantu tubuhnya melawan berbagai macam penyakit.


5. Beri aktivitas fisik yang sesuai dengan usia anak


Meskipun dalam situasi seperti sekarang, sangat beresiko untuk mengajak anak keluar, namun bukan berarti anak dibiarkan diam aja dalam rumah.
Jangan lupa untuk mengajak anak beraktifitas fisik di sekitar rumah, untuk menjaga kebugaran tubuhnya.


6. Batasi ke luar rumah dan hindari kerumunan 


Jika memang tidak ada kepentingan yang mendesak, sebaiknya batasi mengajak anak keluar rumah, terlebih mendekati keramaian atau kerumunan.

Ini tantangan banget sih ya, mengingat sekarang adalah musim liburan sekolah, namun demi kesehatan anak, tahan dulu deh, mending liburan asyik di rumah aja dulu. 


7. Membiasakan anak patuh protokol kesehatan sesuai dengan usianya.


Rajin mencuci tangan di manapun dengan air mengalir, selalu menggunakan masker untuk anak, terlebih jika si kecil di atas usia 2 tahun, dan jangan lupa gunakan face shield jika dibutuhkan.


8. Bijak dalam menggunakan obat-obatan, terutama antibiotik



Demikianlah, hal-hal penting dan perlu diwaspadai tentang varian covid delta, yang lebih mudah menyerang anak-anak.

Pastikan anak-anak kita selalu sehat ya.
Patuhi prokes, jaga kesehatan, dan jangan lupa berdoa ya Parents.
 

Sidoarjo, 24 Juni 2021

#KamisSehat

Sumber: 
  • Kompas.com
  • Kontan.co.id
  • liputan6.com
Gambar: berbagai sumber

1 comment for "Waspadai Varian Covid Delta Yang Lebih Mudah Menyerang Anak-Anak"

  1. Tau ga sih Rey, mesjid rumahku skr tiap hari ksh pengumuman org meninggal. Ga tau sih Krn covid ATO bukan, tp yg pasti sehari bisa 4x :(. Serem aku ...

    Suami untungnya msh WFH, tp kdg dia hrs ke kantor kalo mendesak. Anak2 dan aku udh ga pernah kluar. Semuanya online lah kalo belanja2. Ntah kapan ya vaksin covid yg anak kluar. Aku pengen banget anak2 segera vaksin juga. Aku sendiri msh suntikan pertama yg AZ. Kayak hopeless ya Rey, ntah kapan pandemi ini berakhir. :(

    ReplyDelete