Exhale Inhale Mengembalikan Kakak Darrell Dalam Rules Parenting Ala Maminya
Sudah minggu ke-3 anak-anak masuk sekolah kembali setelah libur tahun ajaran baru, dan saya sedikit demi sedikit mulai menuju adaptasi yang lebih smooth.
Adaptasinya banyak hal, melibatkan exhale inhale dalam mengembalikan kakak Darrell yang sudah duduk di kelas 1 SMA dan setahun tinggal sama neneknya, ke dalam rules parenting ala mamiRey.
Sedikit cerita, selama setahunan kemaren, tepatnya selama si Kakak kelas 3 SMP atau kelas 9, dia ikut neneknya. Saya tinggal di kamar kos berdua dengan si Adik.
Selama setahun, tentunya si kakak terpapar parenting ala neneknya, yang sejujurnya lebih fokus ke anak 'yang penting jangan sakit aja'. Neneknya juga sangat sayang sama anak lelaki, ofkors gaptek sehingga membiarkan saja si Kakak terpapar HP nyaris setiap saat.
Nggak pernah merawat dirinya dengan baik, alhasil badannya jadi gatal-gatal bahkan infeksi, kurus kering, dan kecanduan game online.
Setelah dia lulus SMP, sejujurnya saya pengen dia ikut papinya atau keluarga papinya di Surabaya. Alasannya, rasa-rasanya saya nggak mampu mengurus dan menghidupi 2 anak sekaligus, tanpa modal, tanpa rumah.
Apalagi si Kakak sudah terpapar parenting orang lain, yang tentunya berbeda jauh dengan gaya parenting ala maminya.
Baca juga : Bagiku Cara Parentingku, dan Bagimu Cara Parentingmu!
Si kakak akhirnya menghubungi papinya, tapi seperti biasa, papinya nggak menunjukan excited akan rencana tersebut. Bahkan mengatakan agar nanti kuliah saja ke Surabaya.
Saya bersikeras menyampaikan ke si Kakak, agar bilang ke papinya bahwa kami nggak punya tempat tinggal di Baubau. Tapi seperti biasa, papinya cuek.
Singkat cerita, akhirnya si Kakak terpaksa sekolah di baubau, tinggal bersama saya di kos, dan akhirnya bikin kami bertiga luar biasa berjuang untuk beradaptasi.
Mulai dari adaptasi bertiga dalam ruangan kecil kos, adaptasi harus berbagi 3, dan khusus buat saya, adaptasi paling melelahkan adalah bagaimana mengembalikan si Kakak ke rules parenting ala saya.
Tantangan terbesarnya tuh, karena si Kakak kecanduan games online di HP, kayak roblox, mobile legends dan lainnya.
Games tersebut memang sejak dulu nggak pernah saya bolehin anak-anak main, karena terasa banget bagaimana emosi mereka jadi luar biasa melunjak ketika main apalagi sudah selesai main, terutama ketika dilarang main.
Si kakak jadi anak yang sama sekali berbeda dengan anak yang terakhir kali saya kenal ketika saya masih tinggal dengan dia.
Orang-orang mengatakan dia berubah karena udah gede, tapi saya sangat yakin dia berubah karena ketidak konsistenan rules parenting yang dia dapatkan.
Selama ikut neneknya, dia sudah kenal bagaimana asyiknya main HP tanpa kenal waktu. Di mulai dari dia berkali-kali bobol Family Link yang saya install di HP nya.
Pernah juga dia terang-terangan ngambek karena saya tetap menginstall family link, meskipun dia menolak.
Lalu akhirnya dia kembali ke saya, dan mau nggak mau dia harus mengikuti semua aturan parenting maminya.
Hasilnya, luar biasa jungkir balik dan babak belur, baik mental saya sebagai ibunya, maupun mentalnya sebagai anak.
Awal-awal, dia bahkan terang-terangan menghapus family link, bahkan ketika saya ada di dekatnya. Ngomellah saya, dan setelahnya saya cari tahu gimana caranya agar nggak bisa dihapus.
Masalah family link tak bisa terhapus pun kelar, tapi muncul lagi masalah baru.
Si Kakak nggak nyerah untuk menghapus kontrol tersebut, sampai rela install ulang HPnya, dan berakhir malah hampir nggak bisa masuk kembali ke HPnya, karena saya lupa pasword akunnya.
Setelah tahu kalau rencana install ulang HP nggak bisa juga menghapus aplikasi kontrol tersebut, dia pakai cara lain.
Dia ubah settingan dari HP saya.
Dengan curi-curi waktu ketika saya sedang mandi atau terlepas dari HP saya, dia buru-buru buka HP saya, lalu mengubah settingan family link-nya.
Saya sampai terheran-heran, mengapa kok setiap hari settingan jadi berubah, sampai akhirnya saya iseng ganti pasword HP saya.
Suatu pagi setelah mandi, saya liat HP, ternyata ada tanda baru aja dicoba buka namun nggak berhasil. Dan akhirnya saya paham, kalau ternyata dia sendiri yang mengubah settingan-nya.
Gegara itu, saya terpaksa mengubah pasword HP jadi lebih susah, dan mengaktifkan sidik jari. Bukan hanya itu, aplikasi Family Link pun saya pasangin pasword dan sidik jari, jadi anak-anak nggak akan bisa lagi sembarangan mengganti settingan yang sudah saya atur.
Apakah setelahnya lancar?.
Oh tentu tidak.
Si kakak bereaksi dengan buruk setelah tahu family link-nya nggak bisa diganti lagi. Apalagi ketika dia melanggar, saya gunakan hukuman HP disita.
Dia marah dengan menunjukan kesal ke adiknya, bertingkah lemas, sampai dia berani mengeluarkan angin di ban motor saya.
Dia bahkan memaki saya agar kecelakaan di jalan, astagfirullah.
Untuk case yang itu memang dilakukan karena saya juga jadi memaki dan mengusir dia ketika kesal, jadinya dia ngikut, hiks.
Pada akhirnya, sedikit demi sedikit kami berdamai, apalagi setelah saya tinggalkan dia berkali-kali sendirian di kos tanpa HP. Pernah juga saya tinggalkan dia di klinik, dan dia menunggu berjam-jam di teras klinik tanpa HP.
Pernah juga dia terpaksa kesulitan mencatat pelajaran karena HPnya saya sita.
Dan masih banyak lagi, sampai akhirnya si kakak sedikit demi sedikit bisa berdamai dengan perubahan yang dia alami.
Demikian juga saya, yang tak pernah lepas dari doa agar disabarkan, kuatkan dalam menghadapi si anak remaja tersebut.
Allah Maha Penyayang, akhir-akhir ini saya jadi lebih tenang, dan si Kakak pun juga belajar tenang.
Meski masih ada sesekali masalah yang nggak jauh-jauh dari pemakaian HP yang berlebihan, tapi setidaknya bisa saya kontrol lewat Family Link dengan mengaktifkan mode 'School Time'.
Begitulah curhatan saya pagi eh siang ini, setelah lama sulit untuk mengisi blog ini. Sampai ketemu di cerita parenting ala mami Rey lainnya.
Kalau parents lainnya, ada yang punya cerita related dalam menghadapi anak remaja nggak?, share yuk.
Baubau, 30-07-2026

Post a Comment for "Exhale Inhale Mengembalikan Kakak Darrell Dalam Rules Parenting Ala Maminya"
Link profil komen saya matikan ya Temans.
Agar pembaca lain tetap bisa berkunjung ke blog masing-masing, gunakan alamat blog di kolom nama profil, terima kasih :)