Kakak Darrell Masuk SMA Negeri di Kota Baubau dan Cerita Di Baliknya
Jadi kakak Darrell akhirnya resmi jadi anak SMA, dan Alhamdulillah bisa diterima di sebuah sekolah menengah atas yang diinginkannya.
Hari ini, sejak pagi sampai siang, si Kakak akhirnya masuk sekolah tersebut untuk daftar ulang. Dan meski proses daftar ulangnya belum selesai, setidaknya saya bisa bernafas lega, karena overthinking tentang anak masuk SMA apa, udah berlalu.
Drama Kakak Darrell Masuk SMA Lewat Jalur Mutasi
Anyway, proses pendaftaran si Kakak di SMA ini luar biasa menguras energi sih, gegara overthinking dari berbagai tekanan.
Padahal sebenarnya, secara administratif dan kemampuan insya Allah si Kakak sudah memenuhi.
Awalnya saya pengen daftarin si Kakak pakai jalur prestasi, karenanya sejak jauh-jauh hari sebelum pendaftaran, saya udah iseng-iseng ngumpulin nilai raport si kakak untuk beberapa mata pelajaran yang memang disyaratkan. Dan setelah dirata-ratakan, ternyata tinggi juga, nyampe 90an Alhamdulillah.
Eh, menjelang daftar SMA dekat, saya baru ngeh kalau ternyata jalur prestasi raport nggak cuman pakai nilai raport 4 mata pelajaran saja. Tapi ditambah nilai TKA.
Browsing sana sini, ternyata nilai TKA tuh diambil 40% sebagai pelengkap nilai raport yang 60% aja. Dan ketika nilai TKA si Kakak keluar, shock lah saya melihat nilainya yang buat saya itu rendah, huhuhu.
Akan tetapi, ajaibnya di kelas si Kakak, dialah yang mendapatkan nilai paling tinggi.
Saya lalu menduga-duga, sepertinya memang banyak nilai TKA murid sekarang yang memang nggak tinggi, apalagi setelah nilai TKA adik sepupunya yang bersekolah di salah satu SMP favorit di Baubau, keluar. Ternyata sama aja, nilai mereka juga terbilang kurang memuaskan.
Menjelang waktu SPMB dibuka, saya menemukan Juknis SPMB SMA/SMK provinsi Sulawesi Tenggara. Ternyata jalur prestasi nilai raport diambil 50% dari nilai rata-rata 4 mata pelajaran khusus selama semester 1-5, dan juga 50% dari nilai TKA.
Segera saya hitung kembali nilai si Kakak, dan ternyata turun jadi 80an, huhuhu.
Di sudut hati, saya masih yakin kalau si Kakak seharusnya masih bisa bersaing masuk jalur prestasi nilai raport. Tapi kakak yang suka banget heboh selalu nakut-nakutin.
Akhirnya saya putuskan untuk pakai jalur lain yang juga memenuhi, yaitu jalur mutasi atau perpindahan orang tua.
Kebetulan, di Juknis SPMB SMA/SMK Sulawesi Tenggara dijelaskan, bahwa untuk jalur mutasi berlaku buat anak-anak yang orang tuanya kerja sebagai ASN/BUMN atau Swasta.
Yup, pekerja swasta juga masuk dong, Alhamdulillah.
Meskipun memang kuotanya sangat sedikit buanget. Kalau saya hitung-hitung dengan perkiraan daya tampung sekolah, hanya sekitar 20 orang yang bisa diterima melalui jalur mutasi.
Itupun, setengah dari itu merupakan jatah anak kandung guru.
Akan tetapi, ada keterangan tambahan dari Juknis, di mana jika kuota sudah memenuhi, dan ternyata yang daftar di jalur ini banyak, mana diberlakukan faktor lokasi tempat tinggal domisili.
Nah kebetulan, untuk poin-poin tersebut, keadaan kami sudah sangat memenuhi.
Pertama, kami masih ber KTP Surabaya, maka segera saya bikin surat keterangan domisili yang alamatnya juga sangat dekat dari SMA yang dituju. Hanya sekitar 240 meter jaraknya dari sekolah.
Kemudian, saya juga segera bikin surat keterangan bekerja, yang kebetulan juga kantor saya dekat dengan SMA yang dituju.
Secara administrasi, insya Allah sudah lengkap, memenuhi, tanpa ada faktor yang dimanipulasi. Seharusnya saya udah tenang ya.
Tentu tidak.
Selalu aja ditakut-takutin, takut nanti digeser, karena orang berlomba-lomba masuk SMA ini.
Setiap hari dicekokin dengan ditakut-takutin, lama-lama saya overthinking juga. Dan akhirnya saya curhat ke beberapa atasan yang Alhamdulillah peduli banget.
Dengan dukungan beberapa orang, akhirnya saya bisa tenang daftarin si Kakak melalui jalur Mutasi. Dan setelah daftar, bisa dengan tenang menanti waktu pengumuman yang sekitar 10 harian kali ya.
Kedua, alasan saya nggak semangat daftarin si Kakak di jalur prestasi raport, karena saya belum yakin dengan nilai anak-anak lainnya yang merupakan lulusan sekolah yang lebih bagus.
Ditambah, syarat daftar jalur prestasi itu butuh 2 atau 3 surat keterangan yang diterbitkan sekolah, di mana saya minta surat keterangan itu, susahnyaaaaaa minta ampun.
Akhirnya, Kakak Darrell Lulus Masuk SMA Negeri Pilihannya
Setelah menunggu sampai berakhir masa pendaftaran, lalu ada masa tenang sehari, akhirnya di tanggal 3 Juli 2026 lalu, pengumumanpun tiba.
Sejak pagi saya sengaja nggak pegang HP, rencananya saya akan buka pengumuman di kantor aja, karena saya yakin pengumumannya ada di akun pendaftaran masing-masing murid.
Pas nyampe kantor, saya liat HP ternyata udah ada chat dari atasan yang menanyakan kabar kelulusan si kakak. Segera saya masuk ke akun kakak di website https://spmb.sultraprov.go.id/ dan disambut pengumuman yang menggembirakan.
Alhamdulillah.
Kakak Darrell lulus diterima masuk di SMA Negeri yang dia inginkan.
Segera saya balas chat atasan saya, tak lupa berterima kasih atas semua perhatian, bantuan dan doanya. Juga chat atasan lainnya yang juga tak kalah heboh sibuk membantu saya sehingga bisa tenang mendaftarkan si Kakak di SMA yang diinginkan.
Juga orang-orang yang juga sudah memberikan perhatian dan bantuan lainnya.
Alhamdulillah, akhirnya si Kakak bisa masuk SMA negeri sejak awal. Lebih bersyukur lagi karena bisa masuk SMA favorit di kota Baubau.
FYI, dulu saya juga pengen masuk SMA tersebut, tapi terkendala nggak masuk satu rayon, lalu ujungnya saya terlempar di STM Negeri, meskipun akhirnya saya bersyukur juga bisa masuk STM.
Semoga si Kakak bisa lebih rajin dan disiplin serta happy di sekolah negeri ini, semoga bisa bersaing secara positif, dan berkembang dengan baik dan tetap santun, aamiin.
Kalau parents, ceritakan dong, gimana serunya mendaftarkan anak-anak di sekolah pilihannya?
Baubau, 08-07-2026


Post a Comment for "Kakak Darrell Masuk SMA Negeri di Kota Baubau dan Cerita Di Baliknya"
Link profil komen saya matikan ya Temans.
Agar pembaca lain tetap bisa berkunjung ke blog masing-masing, gunakan alamat blog di kolom nama profil, terima kasih :)