Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Sulitnya Fokus Mengasuh Anak

Sulitnya Fokus Mengasuh Anak

Parenting By Rey - Sering banget saya membaca tulisan yang semacam meremehkan para ibu di zaman sekarang, yang mirisnya lagi bukan hanya dilontarkan oleh lelaki yang nggak tahu rempongnya urus anak.

Tapi juga beberapa wanita bahkan berstatus ibu yang melontarkan hal demikian.

Di mana, mereka membandingkan ibu zaman dahulu dengan zaman sekarang, yang katanya jauh lebih hebat ibu zaman dulu, bisa mengasuh dan mengurus anak bejibun tanpa keluhan.
Sementara ibu zaman sekarang, anak baru satu aja, udah pada ngeluh, bahkan sampai depresi segala.

Duh sedih tahu nggak bacanya.


Ibu Zaman Dulu Hebat?


Banyak yang bilang, ibu-ibu zaman dulu itu hebat-hebat.
Anaknya kadang sampai belasan loh.

Masaknya pake kayu bakar.
Nyuci pakai timba air di sumur, atau mompa air.
Nyetrika, pakai arang.

Nggak kenal yang namanya pembantu, semua dilakukan seorang diri, dari subuh sampai malam.
Ketika suami pulang ke rumah, disambutnya bagai menyambut junjungannya.
Dilayanin sepenuh hati, dari disiapin mandi, makan, bahkan dipijetin juga.

Padahal ya, jangan tanya bagaimana pegalnya ibu-ibu zaman dulu itu seharian.
Dengan anak bejibun, dipastikan masaknya aja kudu porsi banyak, nyuci piring dan beberes pun juga lebih banyak.

Tapi, mana pernah kita dengar ibu zaman dulu itu mengeluh?
Bahkan sampai depresi segala?
Bahkan sampai mereka tua, hidupnya segitu-segitu saja, tetap aja nrimo, nggak neko-neko.


Ibu Zaman Sekarang Manja?


Bandingkan dengan ibu zaman sekarang!
Jangankan yang punya anak 2 atau 3 orang, bahkan yang baru punya anak 1 orang saja, udah mengeluh aja tiap hari, mikirin kapan kira-kira bisa me time.

Alasannya capek.
Capek ngurusin kerjaan rumah, jagain anak yang cuman seorang itu.
Padahal ya, masak nasi tinggal cuci beras lalu cetek dan tinggalin.
Masak sayur dan ikan tinggal tunggu Kang Sayur, dan biasanya lebih praktis, sayuran udah diporsi-porsi, ikan dan semacamnya udah dibersihin dan dipotongin.

Ngurus anak juga cuman 1 orang.
Bayangin ibu zaman dulu yang anaknya bejibun, udah kek induk ayam aja anaknya banyak.

Ebentar, enggak ding, induk ayam mah, anaknya banyak piyo semua, alias sama gedenya.
Lah kalau ibu zaman dulu, anaknya kan beda-beda usia ya.

Tapi, benarkah ibu zaman dulu itu hebat, dan ibu zaman sekarang manja?
Nggak dong!
Beda zaman, beda semuanya.


Masalah Ibu Zaman Sekarang adalah Sulit Fokus


Iya, bagaimanalah bisa dibandingkan dengan ibu zaman dulu, sementara masanya aja beda.
Ibu zaman dulu, bisa menjalani hidupnya dengan tenang dan tentram, karena dia bisa fokus mengurus pekerjaannya sebagai ibu dan istri.

Sulitnya Fokus Mengasuh Anak

Itu adalah hal yang sulit bisa dilakukan oleh ibu-ibu zaman sekarang, yang harus menjalankan lebih dari sekadar peran ibu dan istri?

Ibu zaman now itu kebanyakan harus berperang dari ditraksi hal-hal di luar peran ibu dan istri.
Di mana, seorang ibu zaman sekarang dituntut harus serba bisa.

Bisa mengasuh anak dengan baik.
Bisa menjadi ibu yang sempurna.
Bisa menjadi ibu yang bisa diandalkan oleh anak dalam segala hal.
Bisa menjadi istri yang nrimo.
Bisa menjadi istri yang membantu suami.
Bisa menjadi istri yang bisa diandalkan suami dalam segala hal.

Ada sih beberapa yang (terpaksa) bisa, tapi jadinya nggak fokus dan malah menghasilkan rasa stres sendiri dan berkembang jadi depresi.

Sungguh, fokus itu membuat kita bisa mengerjakan apapun dengan baik, karenanya setiap manusia butuh banget yang namanya waktu buat fokus.
Namun, jika keadaannya dalam sebuah momen dan kondisi, dituntut bisa segala hal oleh keadaan.
Bagaimana bisa jadi setenang ibu-ibu zaman dulu?

Karena ibu zaman dulu tuh ya..
Meskipun anaknya banyak, tapi dia tidak mengurusi semua anaknya seorang diri, tapi dia dibantu oleh anak-anaknya yang telah sedikit besar untuk meringankan bebannya, entah bantuin ngerjain pekerjaan rumah, atau sekadar jaga adiknya.

Anak-anak zaman dulu juga tidak sekeras sekarang persaingannya.
Jadi, masih ada banyak waktu luang buat anak-anak, untuk bisa membantu ibunya di rumah.

Lah sekarang?
Kayak si kakak, usia 10 tahun, tapi kadang sulit bisa diharapkan lebih banyak membantu, karena tugasnya sebagai murid saja banyak.
Dia juga harus mengasah kemampuan dan pengetahuannya lebih mendalam, agar bisa bersaing di kemudian hari.

Sehingga, anak-anak zaman sekarang itu kadang terkesan manja, padahal bukan semata manja sih, orang anak-anak juga kadang nggak punya waktu istrahat yang cukup.

Demikian juga, ibu-ibu zaman dulu kebanyakan menerima nafkah dari suami aja, jadi mereka tak perlu ikutan mencari nafkah, meskipun ada juga beberapa ibu yang terpaksa harus mencari nafkah juga.

Tapi, balik lagi ke tuntutan zaman.
Yang mana ibu zaman dulu, tak perlu terlalu fokus memikirkan tuntutan zaman.
Tak perlu pusing mikirin anak yang merengek minta ponsel.
Tak perlu pusing mikirin membagi uang, saking dulu godaan ya nggak sebanyak sekarang.

Intinya, amatlah tidak bijak menyamakan keadaan dan menjadikannya kesimpulan, bahwa ibu zaman dulu lebih hebat dari ibu zaman now.
Karena sehebat-hebatnya ibu zaman dulu, pasti nggak bisa bantuin anaknya, kalau lagi ngezoom, tiba-tiba audio zoomnya hilang atau semacamnya, hahaha.

Sementara ibu zaman now?
Barulah mau fokus masak di dapur, udah terdengar teriakan.
"Mamiiiii, zoom nya keluar terus!"
"Mamiiiii, suaranya hilang!"
"Mamiiiii, pulsanya abis!"

hahahaha.
Cobalah fokus masak, sambil direwelin anak kek gitu.
Dijamin bakalan ngehek juga.

Karena kalau fokus mah, apapun bisa kita lakukan dengan mudah dan gembira.
Itu menurut saya sih.
How about you, Parents?


Sidoarjo, 3 Februari 2021


Sumber: pengalaman dan opini pribadi
Gambar: Canva edit by Rey 

2 comments for "Sulitnya Fokus Mengasuh Anak "

  1. aku belum nemuin tulisan soal perbandingan ibu zaman dulu sama zaman now
    pas baca ini jadi ngeh juga, ibu zaman dulu anak anaknya udah biasa banyak banyak, diatas 5 dan mampu mengatasi atau mengurusi semuanya
    dan memang bener mbak, kalau zaman dulu, misal si kaka usianya udah gedean dikit, pastinya nanti dia yang bantu si ibu buat jagain adiknya
    sodara bapak aku ada 8 orang, dan waktu masih zaman muda nya dulu udah terbiasa mandiri semua, bahkan ada yang ikut om atau sodara dari nenek, jadi semacam ada yang bantuin ngurusin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah kaaann, karena tugas anak-anak zaman dulu nggak sebanyak sekarang, kalau sekarang anak-anak udah habis waktunya di sekolah dan belajar, nggak ada waktu buat bantuin orang tua kek anak zaman dulu :D

      Delete